Imam S yafi'i (tengah) Ketua PMII Cab.Sumenep saat aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD setempat beberapa waktu lalu (Dok/MaduraExpose.com)

Imam S yafi'i (tengah) Ketua PMII Cab.Sumenep saat aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD setempat beberapa waktu lalu (Dok/MaduraExpose.com)
Imam S yafi’i (tengah) Ketua PMII Cab.Sumenep saat aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD setempat beberapa waktu lalu (Dok/MaduraExpose.com)
Sumenep, MaduraExpose.com- Tokoh Pemuda Desa Poteran, Kecamatan Talango, Sumenep, Imam Syafi’ie kepada MaduraExpose.com mengaku sangat meragukan netralitas Ketua Panitia Pilkades setempat.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Tak tanggung-tanggung, aktivis yang juga menjabat sebagai Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Sumenep ini menyeret sosok Ketua DPRD Sumenep H.Herman Dali Kusuma yang di duga kuat ‘ikut campur’ dalam pesta demokrasi tingkat desa tersebut.

“Saya punya banyak rekaman foto dan saksi-saksi, dimana pada saat usai pencoblosan, orang-orang pada meyaksikan jika Ketua Panitia pulang satu mobil dengan Ketua DPR Sumenep”, ujar Imam Syafi’i, tokoh pemuda Desa Poteran, Kecamatan Talango, Sumenep kepada MaduraExpose.com Kamis (4/12/2014).

Ke kacauan Pilkades di Desa poteran tak hanya berhenti disini saja, Rabu siang (4/12) Ahmadi, Ketua Panitia Pilkades beserta anggotanya mendatangi Ruang Ketua DPRD Sumenep,H. Herman Dali Kusuma. Para Pantitia pemilihan kepala desa (pilkades) poteran di temua Ketua DPRD di ruangannya.

“Ada yang terasa aneh dan mengganjal pikiran saya. Saat ini semua anggota dewan menjalankan reses masing-masing, tetapi kenapa ada pertemuan antara Ketua Panitia Pilkades Talango dengan Ketua DPRD. Satu persatu kejanggalan dalam seluruh rangkaian pelaksanaan Pilkades akan saya bongkar demi tegaknya demokrasi ditingkat desa”, tandasnya.

Sementara Herman Dali Kusuma, Ketua DPRD Sumenep saat hendak di wawancarai usai menerima rombongan Ketua Panitia Pilkades Desa Poteran malah keburu keluar meninggalkan ruangannya.

“Ketua saja, ketua (BK) saja” jawabnya sambil terburu-buru menuruni tangga lantai satu DPRD Sumenep, Kamis.

(guk/fer)