MADURA EXPOSE—Rapat koordinasi mingguan antara Anggota dewan dan Wartawan yang difasilitasi bagian Humas DPRD Sumenep, Madura menjelang bulan suci Ramadhan dihadiri oleh Ketua Pengurus Cabang (PC)Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) setempat bertempat di Sumenep, Jawa Timur terasa berbeda dari sebelumnya.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Panji Taufik, Ketua NU Sumenep dalam pertemuan tersebut, mengaku sangat berterimakasih kepada Kabag Humas dan Sekwan DPRD yang telah mengundangnnya dalam pertemuan khusus menjelang puasa Ramadhan 1437 H diacara forum wartawan tersebut.

“Sebuah kebanggan tersendiri bagi saya hari ini diberi kesempatan oleh Kabag Humas DPRD Sumenep bertatap muka langsung dengan para wartawan yang mayoritas jebolan pondok pesantren ini. Tak ada salahnya, di bulan suci nanti, sahabat-sahabat wartawan menyajikan pemberitaan yang menyejukkan,” terang KH.Panji Taufik, Ketua PC NU Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Jum’at (3/6/2016).

“Tadi telah disinggung oleh Mas Ferry (MC), barangsiapa yang merasa gembira atas datangnya bulan Ramadhan, maka diharamkan jasadnya disentuh api neraka. Saya sangat yakin rekan-rekan wartawan yang mayoritas kalangan santri ini, akan mampu mengisi ramadhan dengan berita-berita yang menyejukkan. Rekan-rekan wartawan lebih ahli dalam penyajian bahasanya,” imbuhnya dengan ekspresi wajah penuh keakraban.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Annuqayah ini memandang profesi wartawan adalah sebagai juru dakwah yang menyampaikan kebenaran.

“Wartawan itu sebenarnya juru dakwah yang berani menyampaikan kebenaran meski terasa pahit. Cuma karena istilah kekinian, sang juru dakwah ini disebut sebagai wartawan. Maka, saya sangat yakin, saudara-saudara awak media bisa menyajikan berita yang menyejukkan hati sepanjang bulan suci Ramadhan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam pertemuan awak media dengan bagian Humas DPRD Sumenep itu juga dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumenep, yakni KH.Hamid Ali Munir dan Kabag Humas dan Publikasi akh. Raisul Kawim,S.Sos. [***/ferry]

HotNews:  Jejak Digital Indra Wahyudi, Dari Ecek-Ecek Hingga Nyaris di Bogem Pegawai RSUD Sumenep