MaduraExpose.com – Ketua LBH Pelita Umat Ahmad Khozinudin, S.H ditangkap Tim Penyidik dari Direktorat Cyber Crime Mabes Polri, dengan status tersangka atas tudingan menebar hoax dan melawan penguasa, Jum’at dini hari (10/01) sekira pukul 02.30.

Kata Ahmad Khozinudin, ihwal yang menjadi dalih penangkapan adalah karena unggahan 5 (lima) buah artikel dari penulis Nasrudin Joha di laman facebook miliknya.

“Artikel itu adalah kritik terhadap sejumlah kebijakan rezim Jokowi terkait isu Jiwasraya, Pancasila dan Khilafah,” ungkapnya.

Ahmad Khozinudin mengatakan, bukan, tidak kenal, tidak tahu, dan tidak pernah berjumpa dengan sosok Penulis Nasrudin Joha.

“Saya suka mengcopy dan memposting ulang tulisan Nasrudin Joha yang terkenal viral disosial media karena kritis, mencerahkan, memberi alternatif perspektif, ide, wacana baik terkait isu hukum, politik, ekonomi, sosial, agama bahkan tema-tema seputar cinta,” jelasnya.

Ia bertanggungjawab penuh atas semua postingan yang saya copy dari artikel Nasrudin Joha. Meski tidak mengenal dan tidak pernah bertemu dengan Nasrudin Joha tapi penulis yakin sosok Nasrudin Joha adalah seorang intelektual produktif yang menghasilkan banyak karya tulisan berbobot.

Ahmad Khozinudin sangat keberatan sekaligus menyayangkan narasi baik tulisan maupun meme di sosial media yang mengait-ngaitkan saya dengan sosok Nasrudin Joha.

“Tindakan demikian adalah tidak sesuai dengan hukum dan tidak sejalan dengan proses hukum yang saya alami,” ungkapnya.

Ia menduga proses hukum yang dipaksakan kepada dirinya adalah karena sikap yang kritis terhadap rezim Jokowi. Selain aktif melakukan pendampingan pada sejumlah aktivis dan ulama akibat korban kriminalisasi rezim, saya juga konsens mengkritik kebijakan zalim rezim Jokowi.

“Saya juga mengkritik melalui artikel atas sikap dan kebijakan Jokowi pada kasus Jiwasraya dan isu Natuna,” paparnya.

Dalam kesempatan ini juga, ia mengkritik cara dan pola penegakan hukum yang diadopsi Mabes Polri yang main tangkap saat dini hari, membuat heboh keluarga dan lingkungan rumah saya, penyematan status tersangka tanpa pemeriksaan pendahuluan hingga umpatan salah satu anggota tim penyidik yang menghardik saya dengan kata ‘Bajingan’.

“Padahal saya adalah seorang advokat yang juga memiliki kedudukan sebagai penegak hukum berdasarkan undang undang,” jelasnya.

Bahwa pasca pemeriksaan, Ahmad Khozinudin tidak ditahan karena ancaman pidana dibawah lima tahun dan saya langsung terbang ke Yogyakarta untuk menghadiri agenda Islamic Lawyers Forum. Sehingga saya baru bisa memberikan klarifikasi melalui tulisan ini.

Ia menghimbau seluruh anggota LBH Pelita Umat baik di Korwil maupun Cabang di seluruh Indonesia untuk tetap tenang dan menunggu instruksi lanjut dari DPP LBH Pelita Umat terkait hal ini. Kepada Rekan sejawat advokat, para ulama, para ustadz, dan segenap kaum muslimin mohon doa dan dukungannya agar dirinya tetap sabar dan istiqomah menyuarakan kebenaran, tetap teguh dalam aktivitas dakwah amar ma’ruf nahi munkar.

“Terakhir saya kabarkan kondisi saya hingga saat ini Alhamdulillah dalam keadaan sehat wal afiat dan dapat menjalankan aktivitas seperti biasanya. Demikian penjelasan dan klarifikasi disampaikan, terima kasih,” pungkasnya. (*/glr)