Ilustrasi uang pecahan seratus ribu (Foto:Dok.MaduraExpose.com)

Pamekasan, MaduraExpose.com- Masih ingat dengan tindaka sembilan guru yang tergabung dalam perwakilan pergerakan guru revolusi Indonesia (PGRI) Pamekasan, beberapa waktu lalu yang mendatangi Kantor Kemenag setempat.

Kedatangan mereka hanya untuk mendesak Kementrian Agama di kota Gerbang Salam tersebut supaya melakukan transparansi dana sertifikasi guru dilingkungan Kemenag Pamekasan di Jalan Swatantra nomor I.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Jenderal lapangan (Korlap) PGRI Akh. Fakih mendesak lima tuntutan terhadap Kepala Kemenag Pamekasan HM Juhedi supaya menyerahkan data guru tetap yayasan (GTY), transparansi dana sertifikasi guru yang dinilai tidak jelas terhitung sejak Juli hingga Desember 2014 yang tidak terbayarkan. Tiga tuntutan lainnya berupa transparansi dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang diduga sering molor dan terkahir terkait sulitnya kalangan guru mendapatkan NUPTK.

Kedatangan sembilan aktivis PGRI ini ditemui langsung oleh HM Juhedi yang mengatakan segala persoalan yang berkaitan dengan sertifikasi guru sudah dijalankan sesuai dengan petunjuk dari Kemenag Pusat. Sementara tunggakian dana sertifikasi guru yang terkatung-katung sejak tahun 2007-2013, menurutnya sudah terlunasi.

(Jak/bbs/Fer)