Kecewa Jokowi, Nelayan Sumenep Ogah Melaut

0
620

MaduraExpose.com- Sejumlah nelayan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mengaku enggan melaut meski hal itu merupakan satu-satunya mata pencaharian mereka dalam mencukupi kebutuhan keluarga.

Hasil konfirmasi MaduraExpose.com kepada sejumlah nelayan yang menghentikan aktivitasnya menangkap ikan dilaut itu, mayoritas beralasan karena harga bahan bakar minyak (BBM) yang dinaikkan lagi oleh rezim pemerintahan Presiden Jokowi.

“BBM naik otomatis biaya operasional tambah membengkak, sementara hasil tangkapan tidak sesuai dengan biaya yang harus dikeluarkan”, ujar Abd Ghafur, salah satu nelayan asal Desa Poteran, Kecamatan (Pulau) Talango, Sumenep, Madura, Jawa Timur saat diwawancarai MaduraExpose.com kemarin.

Dikisahkan Ghafur, akibat kenaikan BBM aktivitas perekonomian nelayan di desanya tersendat. Selama ini, para nelayan di Desa Poteran menggantugkan kebutuhan keluarga bersumber dari hasil tangkapan ikan di laut lepas yang kemudian dijual kepada para tengkulak ataupun ke pasar.

“Daripada melaut tapi rugi biaya operasional, ya mending kami mengecat perahu-perahu kami. Ada juga yang memanfaatkan memancing ikan untuk dikonsumsi sendiri dan sebagian lain memperbaiki jaring ikan Mas”, imbuhnya dengan raut wajah sedih.

Adapun kebutuhan operasional bagi nelayan yang hendak melaut atau melakukan tangkapan ikan dengan menggunakan jaring, sedikitnya harus mengeluarkan uang seharga Rp 30 liter perhari. Hampir semua nelayan di desa Poteran, lanjut Ghafur, sangat berharap kepada pemerintahan Jokowi agar benar-benar memikirkan nasib rakyat kecil, terlebih para nelayan yang memiliki ketergantungan terhadap BBM.

“Kami berharap pemerintahan Pak Jokowi memperhatikan nasib nelayan, karena aktivitas kami sangat bergantung pada BBM”, harap Abd Ghafur.

(M2D/FER)