
Sumenep (Maduraexpose.com)— Dua tahun sudah kasus dugaan korupsi beras miskin (Raskin) Desa Dasuk Laok, Kecamatan Dasuk, Sumenep bergulir ke meja para abdi negara di kantor mewah inspektorat Sumenep.
Namun sejauh ini, progressnya masih dianggap tidak jelas setelah pihak Kejaksaan Negeri Sumenep mengaku belum menerima pelimpahan berkas kasus dugaan korupsi raskin desa Dasuk Laok tersebut dari pihak Inspektorat Sumenep.
Hal itu terungkap, setelah sejumlah wartawan mengkonfirmasikan hal tersebut kepada Kasi Intel Kejaksaan Negeri Sumenep, Novan Bernadi,SH kemarin.
Dijelaskan Novan, sejak pertama perkara tersebut dilimpahkan ke Inspektorat Sumenep oleh pihak Kejari pada Februari 2020 silam, pihaknya mengaku belum mengetahui perkembangan apapun terkaiat kasus tersebut. Status hukumnya masih buram.
Novan Bernadi kepada Wartawan mengaku akan berkirim surat kepihak Inspektorat Sumenep, untuk menanyakan hasil perkembangan kasus raskin Desa Dasuk Laok menemukan kepastian hukum.
Disinggung kenapa raskin Desa Dasuk Laok masih diserahkan ke Inspektorat Sumenep pada Febaruari 2020 silam, Kasi Intel Kejari Sumenep, Novan Bernadi beralasan kasus perkara tersebut dalam proses penyelidikan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Inspektorat Sumenep.
“Kasus raskin Desa Dasuk Laok masih diproses di APIP. Hingga saat ini belum ada penyerahan dari Inspektorat,” terang Novan Bernadi, Kasi Intel Kejari Sumenep didepan wartawan kemarin, Selasa 12 April 2022.
Novan mengklaim, bahwa terakhir melakukan koordinasi antara pihak Inspektorat den gan Kejari Sumenep terkait kasus raskin Dasuk Laok itu terjadi pada tahun 2021 lalu.
Disinggung apakah kasus raski Dasuk Laok yang saat ini dalam penanganan APIP, Inspektorat suatu perkara yang sulit hingga bertahun-tahun belum ada kepastian, pihaknya justru hal sebaliknya.
“Kasus itu tidak sulit kok,” imbuh Novan Bernadi seperti menyindir.
Novan menegaskan, dalam perkara kasus dugaan korupsi raskin Desa Dasuk Laok itu semua oknum yang terlibat harus dilibas secara hukum.
“Menurut saya, kalau memang ada oknum lain selain oknum Kades (yang terlibat) misalnya perangkatnya, kita angkut semua. Itu sudah jelas, yang dirugikan Masyarakat miskin,” imbuh Novan dengan wajah serius.
Dalam waktu dekat,lanjut Novan, pihak Kejari akan kembali melakukan komunikasi dengan Inspektorat terkait perkembangan kasus itu segera terungkap melalui proses hukum yang ada.
“Jika diperlukan, kami akan mengirimkan surat agar kasus ini segera menemukan titik terang,” ucapnya lagi menambahkan.
Sambil mengangkat kedua tangannya, Novan tiba-tiba menyampaikan terimakasih kepada wartawan yang mewawancarainya.
“Saya sangat berterimakasih kepada teman-teman (wartawan,Red) telah mengingatkan kita agar segera mengungkap kasus Raskin di Desa Dasuk Laok ini,” tutup Novan Bernadi, Kasi Intel Kejari Sumenep, Madura, Jawa Timur. [dbs/den/man/bon]
Sumber: —
Editor: Ferry Arbania

![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)



![Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776667033/upacara-17an-kodim-0827-sumenep-april-2026_wuyqj7.jpg)
![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)