Kang Nur, Aktivis Sumekar Network

Sumenep, MaduraExpose.com- Situasi kemananan dan ketertiban masyarakat di Desa/Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep pasca Pilkades serentak akhir 2014 lalu makin tak menentu.

Berbagai aksi kejahatan seperti pencurian hewan berupa ternak sapi kian merajalela, belum lagi tindak kekerasan hingga teror potasium membuat kehidupan warga setempat merasa tak aman. Hingga sejumlah tokoh menyebutnya dengan istilah “Poso-nya Sumenep” yang perlu tindakan serius dari para petinggi kepolisian setempat.

“Pasca Pilkades serentak, situasi keamanan Desa Guluk-Guluk sudah mencapai klimaks dan kalau boleh saya bilang, situasi kamtibmas didesa itu makin kacau”, kecam Kang Nur dari Lembaga Sumekar Network, Kamis (29/1/2015).

Pihaknya meminta pimpinan Polres Sumenep untuk mengevaluasi kinerja Kapolsek Guluk-Guluk, Iptu Rasidi yang selama ini dinilsi tidak mampu menggerakkan personelnya menetralisir berbabagai rangkaian tindak kejahatan dan teror potasium di wilayah hukum Polsek setempat.

“Dilihat dari rangkaian berbagai tindak kejahatan dan kekerasan selama beberapa bulan terakhir di Guluk-Guluk, kami menilai, Kapolsek Iptu Rasyidi telah gagal menciptakan suasana kamtibmas diwilayahnya”, imbuhnya.

Kang Nur juga mengecam penyerangan Rumah Subli (46), warga Dusun Congaben, Desa/Kecamatan Guluk-Guluk, yang ‘diserang’ dengan alat peledak yang diduga bondet atau bom ikan hingga sebagian rumah korban hancur.

Informasi yang diperoleh MaduraExpose.com menyebutkan, sebelum terjadi serangan ‘bondet’, rumah korban sering jadi ‘mangkalnya’ anggota Polsek yang bertugas patroli.

Pemilik rumah yang jadi sasaran teror tersebut adalah Subli (46), dan istrinya Risfatul Aini (35). Saat kejadian korban sedang tidur diteras rumahnya bersama dua anak korban yang masih balita, yakni Dwi Fatmawati (7), dan Sitti Wafiroh (4).

(Ari/Fer)

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM