Scroll untuk baca artikel
KOLOM

Kampus Mulai Teriak

Avatar photo
355
×

Kampus Mulai Teriak

Sebarkan artikel ini

Oleh Miqdad Husein

Foto: facebook Miqdad Husein

Tidak ada di dunia ini, seorang yang sedang menjabat sebagai presiden, anaknya mencalonkan diri sebagai Cawapres.

Pencalonan anak presiden berpotensi akan terjadi ketidaknetralan. Sudah pasti seorang bapak akan membela anaknya.

Belakangan memang terbukti bagaimana sikap Jokowi. Bahkan secara terbuka beliau mengatakan bahwa Presiden boleh berpihak dengan berpijak dari UU.

Sayangnya, pijakan UU yang disebut dan dikutip Jokowi tidak secara utuh dan hanya sebagian. Kondisi yang makin mengkhawatirkan itulah yang disampaikan dan diingatkan civitas akademika.

Para pendidik dari kampus, mengkhawatirkan munculnya konflik horizontal karena ketidaknetralan presiden dan beberapa orang menteri. Situasi memang tidak kondusif. Indonesia sedang tidak baik-baik saja.

Jika para penghuni istana bersikap arif dan mengedepankan kepentingan bangsa, berbagai masukan penjaga moral bangsa seharusnya direspon legawa. Paling tidak dengan memberikan apresiasi agar tidak menimbulkan kegaduhan.

Kita tentu tak ingin peristiwa pahit 1998, yang menjadi jejak buram perjalanan negeri ini terulang.

Sebuah momen yang membuat rakyat Indonesia menderita, bahkan telah jatuh korban nyawa cukup besar.

Peringatan para akademisi sepenuhnya menggambarkan kekhawatiran agar peristiwa pahit penuh tragedi pada 1998 tidak terulang kembali.

Apa yang terjadi belakangan ini, seperti peringatan para akademisi, seakan mengulang saat-saat menjelang kerusuhan 1998.

Karena itu layak berbagai pernyataan para inspirator dan pembawa energi moral bangsa dari berbagai perguruan tinggi disikapi secara arif dan bijaksana. Kita tentu tak ingin peristiwa mengerikan 1998 terulang kembali. Semoga. ***

------------------------