Capek Scroll: Baca Berita Penting Aja!!!

 


KOLOM

Kampus Mulai Teriak

312
×

Kampus Mulai Teriak

Sebarkan artikel ini

Oleh Miqdad Husein

Foto: facebook Miqdad Husein

Sepekan ini berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta menyampaikan berbagai pernyataan.

Semua suara dari perguruan tinggi mengkritik berbagai langkah Presiden Jokowi dalam pelaksanaan Pemilu 2024. Ada sekitar 29 perguruan tinggi bersuara kritis. Jumlah itu kemungkinan akan terus bertambah.


Suara mengingatkan tampaknya akan terus bergulir seperti bola salju, yang makin lama berpotensi membesar.

Semua pernyataan bernada mengingatkan agar Jokowi kembali ke jalan yang benar. Mengedepankan jiwa kenegarawanan.

Sayangnya respon Istana melalui juru bicaranya Ari Dwipayana bersikap konfrontatif menuduh berbagai pernyataan dari perguruan tinggi sebagai partisan.

Ari Dwipayana menuding berbagai pernyataan dari para guru besar, para akademisi, sebagai mewakili kepentingan pasangan tertentu.

Jelas, tudingan itu tidak berdasar. Sebagaimana dibantah oleh seorang guru besar dari UGM, apa yang disampaikan semuanya mengingatkan agar Jokowi berhati-hati.

Mereka, para akademisi khawatir sikap Jokowi dapat memicu konflik horizontal.

Sebenarnya, jauh sebelum merebak suara dari perguruan tinggi, banyak kalangan mengingatkan situasi yang berkembang pasca keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90 tahun 2023.

Beberapa guru besar menyampaikan kritik tajam terhadap keputusan MK, yang terbukti belakangan cacat secara etika.

Mereka yang berpikir rasional dan objektif memberikan masukan agar keputusan MK tidak dijadikan titik tolak untuk men-Cawapres-kan Gibran Rakabuming Raka, anak sulung Jokowi.

Alasannya, di samping keputusan MK merupakan produk pelanggaran etika, tampilnya Gibran jelas mengindikasikan nepotisme.

 


HotNews:  Presiden Resmi Jadikan Dewan Pers Sebagai Regulator, Bukan Lembaga Pemerintahan
---
***