MADURAEXPOSE.COM–Seorang mahasiswa berinisial KA (25) menjadi muncikari pekerja seks komersial (PSK). Pelaku menawarkan korban perempuan yang masih berusia 17 tahun itu kepada sejumlah pria hidung belang via situs esek-esek.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Robert De Deo mengatakan kasus itu terungkap setelah pihaknya menemukan adanya jasa PSK di sebuah situs online.

“Awalnya anggota melakukan cyber patrol dan menemukan adanya jasa PSK yang ditawarkan oleh tersangka di situs online,” ujar Robert kepada detikcom, Selasa (11/4/2017).

Selanjutnya polisi melakukan penyelidikan. Polisi kemudian memancing pelaku dengan melakukan transaksi.

“Pelaku ini seorang mahasiswa. Kalau korbannya itu teman dia, kenalannya di Facebook,” tuturnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Dedi mengungkapkan tersangka dan korban adalah kenalan di Facebook.

“Mereka berteman sudah lama di Facebook. Kemudian korban curhat dia nggak punya uang, lalu ditawarkan oleh pelaku menjadi PSK,” ujar Dedi.

Karena terdesak kebutuhan ekonomi, korban akhirnya menerima tawaran tersebut. Pelaku mempromosikan jasa seks korban ini melalui sejumlah forum online.

“Di forum online tersebut, pelaku mempromosikan jasa seks korban berikut foto-foto korban yang setengah telanjang,” ucapnya.

Polisi yang melakukan undercover kemudian menangkap pelaku, sesaat setelah mengantarkan korban ke sebuah kamar hotel di kawasan Sunter, Jakarta Utara, pada Jumat, 31 Maret 2017.

Atas perbuatannya itu, pelaku dijerat dengan Pasal 76F juncto Pasal 83 dan/atau Pasal 76I juncto Pasal 88 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak serta Pasal 45 juncto Pasal 27 ayat 1 UU No 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

(mei/rvk/dtk)

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM