MADURAEXPOSE.COM—Ambruknya jembatan penghubung di Desa Duko dan Desa Basok, Kecamatan Rubaru mendapat perhatian serius dari kalangan masyarakat luas, termasuk dari kalangan aktivis dari Sumekar Network.

Tedy Muhatdi, salah satu aktivis Sumekar Network mengaku prihatin dengan ambruknya jembatan penghubung di dua desa wilayah Kecamatan Rubaru tersebut, karena menurutnya sangat mengganggu bagi warga yang selama ini memanfaatkan jembatan tersebut.

“Kami ikut prihatin dengan jebolnya jembatan penghubung di Desa Duko dan Basoka tersebut. Namun demikian, ambrukya jembatan itu perlu ditelusuri apakah murni bencana atau jangan-jangan pengerjaannya yang kurang maksimal. Kami tidak menuding, tapi penting untuk ditelusuri lebih dalam lagi sumber dananya dari mana ,dan siapa yang mengerjakan, swadaya murni apa kontraktor,” ungkapnya degan nada penuh selidik, Kamis (26/1/2017).

Diberitakan sebelumnya, sebuah jembatan penghubung antara Desa Duko dengan Desa Basoka Kecamatan Rubaru tiba-tiba ambruk setelah sebelumnya daerah tersebut diguyur hujan deras. Menurut Kades Duko, Munif, runtuhnya jembatan itu terjadi pada Rabu kemarin.

“Kalau kejadiannya sekitar pkl 12.30 Wib. Gara-garanya ya debit air tinggi dan melebihi kafasitas,”beber Munif, Kepala Desa Duko, Kecamatan Rubaru kepada awak media.[Ferry/*]

HotNews:  Babinsa Koramil 0827/21 Ra'as Sertu Tuhono Komsos di Dusun Gunung