Beberapa pengemis yang ditertibkan masih berusia muda (Foto: R.Sutanto/Maduraexpose.com)

Sampang, Maduraexpose.com-Menjelang lebaran, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol pp) Kabupaten Sampang, menggelar razia gelandangan dan pengemis (Gepeng) di sekitar jalan protokol dan pasar srimangunan.

Hal ini dilakukan, karena moment lebaran sering dimanfaatkan pengemis atau gelandangan tersebut untuk mendapat belas kasihan dari masyarakat, sehingga jumlahnya meningkat.

ari hasil razia gepeng tersebut, Satpol pp menggaruk sedikitnya sembilan (9) pengemis yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Selanjutnya mereka dibawa ke gedung Balai Latihan kerja (BLK) untuk dilakukan pendataan.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Berdasarkan hasil pendataan dari Dinsosnakertrans, empat (4) pengemis dari Desa Pragaan Kabupaten Sumenep, tiga (3) pengemis dari Desa Branta Kabupaten Pamekasan dan dua (2) pengemis dari Kabupaten Sampang.

Syamsul Hidayat selaku Kabid Sosial Dinsosnakertrans, menjelaskan, pengemis yang berhasil di razia satpol pp paling banyak dari Kabupaten Pamekasan dan Sumenep. Sementara dari Kabupaten Sampang sendiri hanya pengemis musiman.

“Paling banyak pengemis dari luar kabupaten sampang, seakan-akan dijadikan profesi,” jelasnya saat di temui di ruangannya, Selasa 7/7/15.

Setalah dilakukan pendataan, selanjutnya semua pengemis yang terjaring razia satpol pp, akan di pulangkan dan akan diberikan uang transportasi oleh Dinsosnakertrans. (ron/fer)