Ilustrasi janda kembang/Istimewa.
Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURAEXPOSE.COM—Tragis betul nasib Titin Kholidah (18), janda kembang asal Dusun Peregi Timur, Desa Gadu Barat, Ganding, setelah dirinya ditemukan tewas membusuk di hutan jati dikawasan Dusun Gunung Barat, Desa Sergang, Kecamatan Batuputih, Sumenep, Madura, Jawa Timur pada Minggu siang 30 Oktober 2016.

Informasi yang digali MaduraExpose.Com menyebutkan, Titin dikenal sebagai anak yang baik dan cerdas. Namun diusianya masih baru menginjak remaja, orang tuanya memaksa korban menikah diusia dini.

Rupanya perkawinan Titin tidak bertahan lama dengan suaminya hingga akhirnya dia melanjutkan sekolah ke Madrasah Aliyah (MA) dekat rumah korban, tepatnya di lembaga MA Al Khairuroh Zainus Salim, Kecamatan Ganding, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Sebuah sumber terpercaya lainnya menyebutkan, sebelum korban ditemukan tewas, Titin dipaksa orang tuanya untuk menikah lagi dengan pria lain, yang konon sudah ada yang berhasrat mempersuntingnya menjadi istrinya.

Untuk diketahui, saat ditemukan warga kemarin, kondisi korban sudah membusuk dan sulit dikenali. Korban akhirnya dibawa ke kamar jenazah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Moh Anwar Sumenep.

Setelah melalui proses panjang, akhirnya identias korban dikenali oleh orang tuanya sendiri dari atribut anting , kalung dan gelang tangan yang masih melekat di tubuh korban. Titin Kholidah, ternyata anak dari pasangan suami istri Moh Wardi dan Maimunah, Dusun Peregi Timur, Desa Gadu Barat, Ganding, Sumenep, Madura, Jawa Timur. [Ima/Alm/Fer]

HotNews:  Babinsa Koramil Raas Giat Komsos Di Desa Guwa-Guwa