Hotel Berbintang, Surat “Ralat” DPRD Sumenep Disorot Pengamat Hukum

0
274
facebook Rausi Samorano

Maduraexpose.com- Adalah akun facebook Rausi Samorano, Salah satu pengamat hukum sekaligus lawyer asal Kecamatan Guluk-Guluk menyoroti beredarnya “Surat Ralat” DPRD Sumenep yang dikabarkan hendak menggelar rapat di Kota Batu dengan menikmati fasilitas hotel berbintang.

Kritikan Sang Lawyer ini disampaikan melalui akun facebooknya Rausi Samorano. Berikut kutipan lengkap dilihat Maduraexpose.com pada Sabtu dini hari , 28 Agustus 2020 tanpa dilakukan edit sedikitpun.

Entah kenapa….
Kata ini yg pertama terlintas dalam benak sy membaca Surat “Ralat” dari DPRD Kab. Sumenep soal rapat yang entah akan membahas tentang apa itu (?).
Dalam kondisi pandemi ini yg belum sepenuhmya teratasi dan dalam kondisi ekonomi Yg d ambang resesi dimana kondisi masyrakat kita sedang d hadapkan pada kondisi sulit sudah tepat ketika Banggar DPRD rapat dan melakukan pembahasan apapun di Gedung Dewan Sendiri. tp tiba2 DPRD Sumenep akan “Membahas” arah kebijakan anggaran d kota Batu, di sebuah hotel berbintang tentu dengan Anggaran yg juga lumayan besar.

Tapi bagi masyarakat kecil tenanglah, berilah kesempatan kepada yg terhormat Wakil kita di Dewan untuk konsentrasi bekerja, rapat dan memperjuangkan anggaran yg pro rakyat. Oleh karenanya beliau2 harus d berikan Fasilitas guna mensupport kinerjanya itu. Dukungan ini beralsan karena bbrp hal.
1. Sekarang Masa pandemi.
Maka karena semua anggota Banggar itu penting eksistensinya bagi rakyat oelh karenanya harus d jaga Imun tubuhnya, dengan asupan gizi yg baik, rekreasi yang cukup mennyegarkan phisik dan psikis tempat istirahat yg representatif dan Memilih Kota Batu sebagai Lokusnya sdh sesuai dengan kinerja dan tanggung jawabnya serta kontribusinya kepada rakyat yg cukup besar
2. Resisi Ekonomi
Dalam kondisi ekonomi serba sulit, daya beli masyarakat rendah, dan pengangguran serta kemiskinan yg melonjak signifikan maka kita sebagai Rakyat harus memproteksi wakil kita agar tidak terpapar resesi ekonomi, agar tak kekuarangan dana untuk memenuhi kebutuhan segala perangkat “lunak” maupun “keras” (? ) agar tetap eksis dan meningkatkan kinerjanya sehingga out put dan out comenya dapat kita rasakan bersama seperti yg sudah-sudah selama ini. Patut kita apresiasi
3. Imfrastruktur Sumenep tak layak
Nah ini lagi PR besar bagi kita Rakyat Sumenep. Infrastruktur kita belum layak untuk menunjang konerja Dewan kita. Hotel belum ada yg “representatif” tempat jalan-jalan menghilangkan penat belum memenuhi prasyarat untuk d gunakan oleh yg terhormaT anggota dewan, apalagi gedung Dewan yg sdh beberapa kali rencana mau dbuat yg baru belum dibuat bagaimana nanti kalau pas rapat Gedung tiba2 ambruk…? Kan kasihan, bedakan dengan rumah kita yg ambruk, gubuk rakyat miskin yg ambruk ini neda kelas browww. Belum ada Ahli2 dalam berbagai bidang keilmuan yg d butuhkan sebagai refrensi pengetahuan untuk digunakan sebagai pijakan ilmiah oleh Dewan. Sehingga beliau2 harus menggunakannya di luar sumenep, ya… Bali, Batu, dan daerah lain yg aduhai itu cocok.
4. Pengawansan dan kritik
Ini lagi Yh tak disukai dan sedikit menggamggu kadang masyarakat sumenep Macam kita ini sering usil dan cendrung terlalu cerewet selalu mengKritik Wakil Rakyat yg terhormat, padahal belaiu2 sudah capek2 berjuang untuk kita, bekerja untuk kita, jalan2 untuk kita, mendapatkan fasilitas untuk kita dan untuk kita-untuk kita Yg lainnya sebagaimana jargon dan janji2 yg sering Beliau2 sampaikan sebelumnya. Oleh karenanya tak elok kalo rapat dan kosultasi, kordnasi dll d adakan d daerah sumenep sendiri karena pasti akan di awasi oleh rakyat, di kritisi oleh rakyat dan diketahui oleh Rakyat. Maka cari tempat yg jauh dari Rakya itu satu solusi cerdas biar Rakyat kagak brisik apalagi ini soal arah kebijakan anggaran yg sangaaaatttt penting itu untuk siapa…? Kalau bukan untuk kita Rakyatnya.
Maka dari itu mari kita sebagai rakyat biasa bersama-sama bedo’a semoga Bapak2 Wakil kita tetap sehat dan bahagia,dapat terus berbelanja, tambah kaya dan sejahtera. Aminnnn……
Dan kita Rakyatnya cukup menikmatinya saja. Nanti setelah lima tahun pasti kita ketemu lagi. Daaaaa.