Scroll untuk baca artikel
Expose Utama

Hitung Cepat Bukan Hasil Resmi, Pengamat Imbau Masyarakat Tunggu KPU

Avatar photo
98
×

Hitung Cepat Bukan Hasil Resmi, Pengamat Imbau Masyarakat Tunggu KPU

Sebarkan artikel ini

Maduraexpose.com– Pengamat politik dari Citra Institute, Yusak Farchan mengimbau masyarakat tidak menanggapi secara berlebihan hasil hitung cepat quick count Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 dan menunggu hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. Hasil Pilpres 2024 baru akan diketahui secara resmi pada Rabu (20/3/2024).

“Memang ada enam lembaga survei melalui hitung cepat atau quick count yang menyatakan pasangan 02 Prabowo- Gibran meraih suara terbanyak, namun lebih baik menunggu KPU,” kata Yusak, yang juga adalah Dekan Fakultas Ilmu Politik dan Sosial Universitas Pamulang, Tangerang Selatan.

Menurut Yusak, hasil hitung cepat itu bisa menjadi gambaran awal terkait hasil Pilpres. Selain itu, jika ada pelanggaran selama Pilpres, Yusak mengimbau masyarakat untukmenggunakan mekanisme hukum. “Mari kita jaga demokrasi dan hormati proses Pilpres,” tegasnya.

Sebelumnya, Komisioner KPU RI Mochammad Afifuddin telah mengungkapkan bahwa lembaga yang menggelar quick count juga terdaftar di KPU. Mereka pun diperbolehkan untuk memulai quick count dua jam setelah penutupan TPS.

Namun, Afifuddin tetap berpesan bahwa hasil resmi pemilu akan dihitung secara manual sebagaimana mekanisme rekapitulasi berjangka.
“Itulah kenapa kita mengatur agar tidak ada pihak yang terobsesi,” kata Afifuddin, Rabu (14/2/2024).

KPU RI menetapkan peserta Pemilu 2024 sebanyak 18 partai politik nasional, yakni (sesuai dengan nomor urut) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerindra, PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai NasDem, Partai Buruh, dan Partai Gelora Indonesia.

------------------------