Harga Garam Dibawah HPP, Petani Madura Resah

0
743
Petani garam jual hasi panen kepihak pengepul (Ist)

Sampang, Madura Expose.com- Petani garam yanga ada di Kabupaten Sampang, tampaknya terpukul setelah mendengar harga garam kambali anjlok dan tidak sesuai dengan Harga Pokok Pembelian (HPP). Hal itu di sampaikan tim pendamping Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) Heru Susanto.

Heru Susanto menjelaskan, para petani agaram yang ada disampang saat ini merasa kebingungan dengan harga garam yang tidak sesuai dengan HPP. Padahal HPP garam rakyat yang berkualitas 1 di patok Rp. 750 kg. Kualitas 2 Rp.550 kg. Dan kualitas 3 Rp. 450 kg. Namun kenyataanya para pembeli garam rakyat mematok dengan harga Rp. 350 tanpa melihat kualitas.

“semua patani garam saat ini sangat kecewa harga garam dibawah HPP, bahkan mereka merasa dipermainkan lantaran harga garam terlalu murah, padahal kualitasnya sangat bagus,” kata heru susanto, minggu (28/6/15).

Menurut Heru, rendahnya pembelian garam rakyat di kota bahari di mungkinkan karena hanya berdasarkan hasil pengamatan secara visual oleh pemerintah, Sehingga, harga yang di potok dibawah tidak sesuai dengan HPP yang sudah di tentutukan.

“kami hanya bisa mengeluhkan adanya harga garam saat ini, selebihnya tidak ada,” ungkapnya.

Heru menambahkan, Setelah tim pendamping pugar melakukan monitoring kabawah banyak keluhan dari petani, bahkan hasil panin garam rakyat berkualitas 1. Namun produksi garam petani bagus tidak bisa dijadikan jaminan harga tinggi, mengingat belum ada perhatian khusus dari pemeirntah

“rata-rata petani garam mengeluhkan setelah mendengar harga garam dibawah HPP,” imbuhnya.

Lebih lanjut heru menjelaskan, untuk menentukan harga garam atau menaikkan harga pembelian garam rakyat, ia berharap pemerintah melakukan pembelian tidak hanya secar visual tetapi juga harus melalui hasil uji laboratorium agar saat mematok harga tidak sembarangan seperti saat ini.

“selama ini yang di lakukan pemerintah dalam mematok harga garam hanya melalui cara visusal, tidak dengan uji laboratorium sehingga kulitasi garam di anggab sama, padahal hasil panen garam rakyat kualitasnya bervareatif,” tandasnya.

Sementara itu, kepala dinas Perdagangan Perindustrian dan Pertambangan (Disperindagtam) Sampang, Misdi belum bisa dikonfirmasi karena saat di konfirmasi via telepon bernada tidak aktif.

(ron/fer)