Harga BBM Mencekik, Warga Sapudi Tuntut Forpimka Hapus Pengepul BBM dan Satu Harga

    0
    547
    Ilustrasi SPBU/NET

    Sumenep (Maduraexpose.com)—Upaya masyarakat dalam menekan tinggi harga BBM terus dilakukan dengan melakukan komunikasi strategis dengan seluruh pihak terkait. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan pertemuan dengan Forpimka Kecamatan Gayam sebagai solusi mengakhiri keluhan masyarakat terkait dengan tingginya harga BBM di kawasan tersebut.

    Namun informasi yang bersumber dari Ketua P3S menyebutkan, pertemuan tokoh masyarakat dengan Forpimka sudah dilakukan sebanyak dua kali, namun belum juga mendapatkan solusi. Terbaru, sejumlah tokoh masyarakat kembali menemui Forpimka pada Senin 20 September 2021.

    Hadir pada pertemuan tersebut diantaranya Drs. Hedi Risman, MSi (Sekcam), Ikbal (Kasi Tapem), Rusdi (Kapolsek), Ardi Sumarjo (Danramil Sapudi)turut juga hadir, perwakilan Ormas, Organisasi Kepemudaan ,Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda Kecamatan Gayam, diantaranya, Ust Mas’ud, MH (Ketua MWC NU Gayam), Hasa (Muhammadiyah), Misyanto (GP Ansor Gayam), Yudi Ansori (Pemuda Muhammadiyah), Sanusi (Pemuda Pancasila), Kholilur Rahman (P3S), Habibullah (Keluarga Besar KAHMI Sapudi), Ach Junaidi (Tomas) dan elemen lainnya yang keseluruhan berjumlah 20 orang.

    Dalam pertemuan tersebut, Agus Widiyanto, meminta kepada Forpimka terkait kebutuhan BBM agar menggunakan data bukan asumsi, karena penyebab mahalnya BBM di Kecamatan Gayam tidak ada korelasinya dengan kuota,melainkan adanya tahapan distribusinya yang panjang

    “Kami berharap Forpimka tidak membuat asumsi karna Forpimka pekerja pemerintah jadi bekerja berdasarkan data, fluktuasi itu bukan karna kuota yang tidak cukup akan tetapi yang saya temukan adalah adanya tahapan dari SPBU ke pngecer tahapannya banyak, ada agen satu, agen dua, agen tiga, baru ke pengecer, baru ke konsumen” demikian Agus Widiyanto kepada awak media.

    Masih dalam acara tersebut, Hendi perwakilan Pemuda, membacakan hasil Rumusan Kesepakatan dari pertemuan antara Ormas, Tomas, Tokoh Pemuda yang di adakan pada hari Ahad malam sebelumnya,yakni tanggal 19 September 2021.

    HotNews:  Tak Punya Kursi DPRD, Said Abdullah "Semprot" DPC PDI Perjuangan Pamekasan

    ” Yang pertama tidak boleh ada pengepul, yang kedua ada batasan alokasi kuota maksimal untuk pengecer, yang ketiga POM wajib menjual dengan harga Nasional, harga maksimal dari pengecer ke konsumen Rp.8.000,” ungkap Hendi membacakan hasil rumusan kesepakatan para tokoh penting di Kecamatan Gayam, Kepulauan Sapudi, Kabupaten Sumenep.

    Senada dengan tuntutan masyarakat tersebut, Danramil Kecamatan Gayam, Ardi Sumarjo mengatakan, agar dalam penerapan harga harus patuh pada ketentuan pemerintah.

    “Kita harus patuh terhadap keputusan Presiden, harga BBM satu harga. (Kalau) satu harga ya satu harga, jangan ada celah walau satu rupiah,” ungkapnya dengan tegas.

    Perwakilan seluruh tokoh masyarakat saat audiensi dengan Forpimka Gayam, Pulau Sapudi, Sumenep, Madura, Jawa Timur

    Setelah panjang lebar diskusi dengan Forpimka, akhirnya disepakati kesepakatan bersama yang selanjutnya tertuang dalam berita acara diantaranya, Meniadakan Pengepul BBM, harga BBM di SPBU/APMS harus sesuai dengan harga nasional, harga penjualan BBM jenis Premium dari pengecer ke Konsumen maksimal Rp. 8.000/liter, pembelian BBM jenis Premium ke pengecer dibatasi dan Jam buka dimulai pukul 07.00 sampai dengan pukul 15.00 wib. [aza/lam/fer]