Scroll untuk baca artikel
RANAH PESANTREN

Gus Sholah: Jika Tak Ada Pesantren, Patriotisme Bangsa Hancur Berantakan

Avatar photo
139
×

Gus Sholah: Jika Tak Ada Pesantren, Patriotisme Bangsa Hancur Berantakan

Sebarkan artikel ini

MADURAEXPOSE.COM–Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, KH Sholahudin Wahid (Gus Sholah) menilai pesantren sebagai lembaga pendidikan sekaligus pembentuk patriotisme dan peran ulama sangat penting dalam sejarah Nusantara, yang kemudian menjadi Indonesia.

“Kalau tidak ada kiai dan pesantren, maka patriotisme warga Nusantara akan hancur berantakan,” katanya saat meresmikan didirikannya Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indonesia (YP3I) di Pesantren Tebuireng, Sabtu.

Ia mengungkapkan bahwa rasa kebangsaan mulai tumbuh di kalangan dari luar, dalam Kongres Pemuda II pada 1928. Namun, nasionalisme itu kurang memberi tempat memadahi terkait ke-Islaman.

Ia juga mengulas upaya-upaya peminggiran Islam dalam catatan sejarah, misalnya dalam buku berjudul The Idea of Indonesia, A History karya RE Elson tidak ada tempat bagi Islam.

Nama KH Hasyim Asyari, KH Ahmad Dahlan dan H Agus Salim tidak tertulis dalam buku itu. Buku karya Ricklefs juga bernada sama. Yang tertulis hanya nama Hadji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto.

Ia mengakui, saat itu pandangan kalangan luar terhadap pesantren mendapat kritikan, namun tanpa peran kiai dan pesantren, Indonesia saat itu bisa hancur.

Terkait tantangan ke masa depan, Gus Sholah melihat bahwa potensi pesantren dalam pendidikan amat besar, tetapi belum termanfaatkan secara baik.

“Ada potensi lain yang bisa dimanfaatkan, tapi hampir belum tersentuh, yaitu dalam aspek ekonomi. Inilah salah satu potensi yang akan menjadi bidang garapan dari YP3I dan pihak lain,” ujar lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) itu.

------------------------