Guru Honorer Protes Dinas Pendidikan Lewat Facebook

0
577
Ratusan guru honore dan kontrak terpaksa mengantri berjam-jam untuk mengambil insentif masing-masing (Foto: Ana/facebook/MaduraExpose.com)

Ratusan guru honore dan kontrak terpaksa mengantri berjam-jam untuk mengambil insentif masing-masing (Foto: Ana/facebook/MaduraExpose.com)
Ratusan guru honore dan kontrak terpaksa mengantri berjam-jam untuk mengambil insentif masing-masing (Foto: Ana/facebook/MaduraExpose.com)
Sumenep, MaduraExpose.com- Stres, capek, marah dan seabrek perasaan tidak nyaman lainnya berbaur menjadi satu bagi sejumlah guru honorer dan kontrak saat hendak mengambil insentif mereka yang terbilang sangat kecil, yakni Rp 1.800.00 dalam setahun sekali.

Puluhan guru honor maupun kontrak yang mengabdikan diri di sejumlah lembaga pendidikan di seluruh Kabupaten Sumenep ini mengaku kesal, karena harus mengantri hingga berjam-jam hanya demii mendapatkan pelayanan lengkap admisnitrasi.

“Beginilah nasib guru swasta..Hrus antri berjam – jam di depan kantor hnya untk mndpatkan pelayanan lengkap administrasi dmi sbuah honor kontrak rp 1.800.000 / tahun”, protes Ana Ajjah salah satu guru honorer di sebuah media sosial facebook, Kamis (31/12/2014).

Kekecewaan Ana ini cukup beralasan, demi melihat petugas atau pegawai yang melayani pembayaran ‘upah’ guru honorer atau kontrak ini hanya berjumlah dua orang. Sementara yang harus dilayani se-Kabupaten Sumenep.

“Sedangkan di dalam pegawai yg melayani hnya 2 orang untk se kabupaten sumenep..

Dirinya mengaku kecapaian mengantri dalam waktu yang relatif lama hingga berjam-jam.

“Kmna peg.dinas pendidikan yg lain ???
Capek pakkkkkkkkkkkkkkk
Ngntri nya ?????”,imbuhnya dengan penuh jengkel.

(fer)