Guru Cabul di Pamekasan Menyerahkan Diri

0
811

Reporter : Luthfiadi

MADURAEXPOSE.COM— Pamekasan,MaduraExpose.com,- Oknum guru pelaku pencabulan yang terjadi di Desa Tlontoh Raja Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan, pada akhirnya menyerahkan diri sekitar pukul 19.00 wib pada hari Sabtu (27/1) kemarin.

Dari hasil pengakuan tersangka saat memberikan keterangan diruang penyidikan , ada tujuh siswa yang menjadi korban pencabulan di antaranya, (FN, 14), (AA,16 ), (MA, 16), (FF, 16 th), (FF, 14), (YH, 14), (SR, 14) semuanya adalah siswa dan murid tersangka.

AKBP Nowo Hadi Nugroho, SH. SIK. Kapolres Pamekasan melalui Kasubag Humas AKP Osa Maliki, SH mengatakan bahwa untuk kasus dugaan pencabulan ini terjadi mulai dari bulan Mei 2016 tahun lalu.

Sementara itu motif pencabulan oleh pelaku terhadap semua korban-korbannya dilakukan dibeberapa dan lokasi yang seadanya contohnya saat ”Mengantar siswa pulang setelah kegiatan sekolah dengan cara meraba-raba paha serta bagian sensitif korbannya, selain itu tersangka mengajak siswanya ke kamar mandi dengan berbagai alasan yang mampu membuat siswanya ikut dan mematuhi, seperti bajunya yang kotor dan lainnya”, jelas mantan Kapolsek Pegantenan.

Atas kelakuan bejat tersangka,orang tua FN (salah satu korbannya) pernah melaporkan ke Polres Pamekasan, hingga akhirnya sekarang tersangka menyerahkan diri dan diamankan oleh Polres Pamekasan.

“Untuk selanjutnya tersangka masih dalam proses penyidikan dan akan dilakukan proses lebih lanjut, dan atas perbuatannya yang melanggar hukum itu, tersangka dapat dijerat dengan pasal 81 UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun Penjara”, Pungkas Osa.