Gaduh Video Asusila Siswi Diawal Kepemimpinan Busyro Karim

0
2273

MADURA EXPOSE– Peredaran video mesum di Kabupaten Sumenep sejak 5 tahun terakhir memang cukup memalukan dan membuat banyak kalangan resah karena dianggap mengancam moral generasi berikutnya.

Terkait maraknya peredaran video mesum ini, pernah membuat Bupati Sumenep A.Busyro Karim berang. Bahkan pada hari Rabu tanggal 5 Januari 2010 silam, saat dirinya baru menjabat meminta aparat penegak hukum segera melakukan pengusutan terhadap pelaku sekaligus pengedar video mesum yang dianggap merusak citra masyarakat yang selama ini dikenal agamis.

Seperti diketahui, sejak lima tahun terakhir, warga Sumenep kerap dihebohkan dengan peredaran video mesum yang diperankan oleh warga setempat, termasuk dari kalangan mahasiswi di sejumlah perguruan tinggi yang tersebar di beberapa tempat.

Video mesum yang paling menggegerkan warga Sumenep saat itu, beredarnya video mesum bertajuk “Keraton Bergoyang dan sebuah video mesum lainya yang diduga diperankan oleh salah satu siswi SMA swasta dengan pasangan mesumnya yang masih berstatus mahasiswa di Perguruan Tinggi di Madura berjudul “Kontrakan Bergetar”.

Video mesum “Kontrakan Bergetar” ini berdurasi 6 menit 40 detik menyebar dari dari ponsel ke ponsel di kalangan anak muda. Diduga perekaman Video dilakukan dengan menggunakan kamera ponsel. Dalam adegan video tersebut, tampak siswi SMA melakukan adegan intim layaknya suami istri mengenakan seragam batik putih dengan motif bunga warna biru yang biasa digunakan hari Rabu dan Kamis.

Sedang bagian bawah gadis itu, tampak menggunakan rok panjang berwarna abu-abu dengan balutan jilbab putih mengoda. Sesekali rambut cewek bertubuh langsing terurai memanjang diikat tali berwarna ping merajuk. Sementara pria yang menemani “kencan” sial dalam video tersebut hanya menggunakan kaos coklat lengan pendek dengan bawahan celana pendek merek Adidas.

Diduga kuat, adegan mesum dua remaja yang dimabuk cinta itu dilakukan dekat pintu sebelah kiri, dan mirip sebuah rumah kontrakan di wilayah kota. Dalam kamar yang diperkirakan berukuran 4×4 meter itu dilengkapi juga dengan tempat tidur double, plus kasur empuk bermotif bunga warna biru.

“Pelaku dan pengedarnya ya harus terungkap,” tegas Busyro kepada awak media di Gapura Sumenep, Madura, Jawa Timur. [tri/fer]