Ilustrasi/NET

Horny merupakan istilah slang untuk menyebut (keadaan) seseorang yang sedang terangsang secara seksual atau sedang berkeinginan untuk memuaskan hasrat seksualnya. Istilah tersebut sudah jamak digunakan dalam masyarakat kita dewasa ini. Horny dapat terjadi pada setiap orang, tanpa mengenal waktu, tempat, dan keadaan.

Banyak faktor yang menyebabkan seseorang itu bisa terangsang atau horny. Salah satunya karena orang itu berada dekat dengan seseorang yang dapat membangkitkan nafsu birahinya. Apalagi kalau kondisi atau tempat pertemuan tersebut dalam keadaan sepi dan jauh dari keramaian, nafsu pun bisa sampai ubun-ubun hingga membuat orang tersebut lupa diri dan hilang akal. Dalam kondisi inilah horny itu bisa mendatangkan petaka bagi seseorang.

Petaka itu dapat berupa tertular penyakit, rasa malu, kehilangan harkat dan martabat, kehancuran rumah tangga, dicemooh dan digunjing oleh masyarakatnya, hingga kehilangan pekerjaan dan jabatan. Mengapa hal itu terjadi? Biasanya orang yang sedang horny suka mengabaikan risiko yang akan dihadapinya. Bagi dia, yang terpenting saat itu adalah hasrat seksualnya bisa terlaksana dan terpuaskan hingga tak mempertimbangkan akal dan logika. Sudah banyak orang yang mendapat petaka gara-gara horny.

Yang paling anyar adalah kasus Dominique Strauss-Kahn, Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF). Pria berusia 62 tahun ini merupakan orang yang paling dicari ketika keuangan sebuah negara di ambang kehancuran. Jabatan penting yang dipegangnya itu seketika hancur berantakan gara-gara horny di Hotel Sofitel New York pada hari Sabtu, 14 Mei kemarin. Dalam hotel bertarif 3.000 dollar AS per malam tersebut, Kahn telah memaksa pelayan kamar hotel itu untuk melakukan seks oral terhadap dirinya dan mencoba melakukan perkosaan.

Barangkali hasrat Kahn telah mencapai ubun-ubun dan tak tahan melihat kemolekan tubuh pelayan wanita tersebut hingga membuat Kahn jadi nekad, lupa diri, dan tak tahu malu. Padahal bulan Oktober 2008, Strauss-Kahn sudah pernah mengeluarkan permohonan maaf kepada staf IMF setelah terlibat hubungan seksual dengan salah seorang anak buahnya.

Kejadian tahun 2008 itu membuat Strauss-Kahn bercerai dengan istri ketiganya, Anne Sinclair, seorang pembawa acara televisi terkenal di Perancis kelahiran New York. Sebenarnya tak hanya Kahn yang pernah berbuat malu dan mendapat petaka gara-gara horny.

Seorang Presiden Amerika Serikat pun pernah tergelincir karena tak bisa menahan hasratnya pada wanita. Bill Clinton saat menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat juga pernah terlibat dalam skandal yang memalukan negeri itu. Pada masa jabatannya tersebut, sekitar tahun 90-an, Clinton terlibat skandal dengan Monica Lewinsky, seorang wanita yang sedang magang di Gedung Putih dan Pentagon.

Bahkan Lewinsky juga mengakui bahwa dalam hubungannya dengan Clinton, dia pernah melakukan seks oral di Oval Office. Agaknya Clinton pun tak kuasa menahan hasratnya atas Lewinsky hingga skandal yang memalukan itu terjadi. Untungnya, Hillary Clinton, sang istri tetap tegar dan mau menerima keadaan suami apa adanya. Semua itu dilakukan Hillary demi keutuhan keluarganya. Dia pun memaafkan Bill Clinton.

Pejabat Indonesia pada masa Orde Baru pun pernah terlibat skandal yang memalukan gara-gara horny pada seorang room-boy hotel saat dia menghadiri konferensi PATA di Auckland, Selandia Baru. Pejabat kita itu memang dikenal sebagai penyuka sejenis. Dia terpikat dengan room-boy keturunan Samoaitu hingga lupa diri dan melakukan pelecehan seksual terhadap anak tersebut.

Menurut room-boy itu, bokongnya dicolek oleh pejabat bersangkutan. Meski sang pejabat menyangkal hal tersebut, namun dalam dua hari dia telah menjadi gunjingan pers Selandia Baru dan Australia, termasuk pers di Indonesia meski pemberitaannya tak begitu vulgar dan terang-terangan. Maklum saja, masa Orde Baru pers kita lebih banyak dibungkam. Meskipun demikian, skandal sang pejabat tetap menjadi pergunjingan yang ramai kala itu.

Gara-gara skandal yang memalukan tersebut, Pak Harto pun sempat berang, namun tak sampai memecat anak buahnya itu. Sebagai manusia biasa, kita tentu tak kuasa menahan godaan dan nafsu. Untuk itu, kita perlu memiliki iman yang kuat agar mampu menahan diri dari godaan dan nafsu tersebut. Ini bukan pernyataan menggurui lho. Tapi paling tidak, dengan kekuatan iman kita dapat terhindar dari petaka gara-gara horny yang selalu datang tak diundang namun kerap menghampiri dan menjerumuskan kita.

[Abdi Husairi Nasution/kompasiana.com]

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM