DEPOK (MADURAEXPOSE.COM- Kota Depok kini memiliki Kebun Bonsai dengan luas lebih dari 6.000 meter persegi.

Kebun ini diklaim menjadi kebun bonsai paling besar di Jabodetabek setelah wilayah Pluit, Jakarta Utara.

Lokasinya berada di Jalan Pertamina, pertigaan antara Jalan Juanda dengan Jalan Margonda Raya Kota Depok.

Kampung Bonsai ini sudah ada sejak tahun 2013 lalu, dikelola oleh Komunitas Kampung Kita Depok (K3D).

Ketua Pembina K3D, Bowo mengatakan, dahulunya tempat yang saat ini dijadikannya Kampung Bonsai tersebut merupakan tempat yang kumuh.

Dulunya banyak bangunan-bangunan liar yang sering kali disalahgunakan masyarakat untuk mabuk-mabukan dan melakukan tindakan asusila.

“Bahkan dulunya kebun ini tempat pembuangan sampah, jadi kebayang kan kumuhnya gimana,” ucap Bowo di Jalan Pertamina, Sabtu (9/3/2019).

Melihat kondisi yang memprihatinkan tersebut, membuat masyarakat yang tergabung dalam K3D itu mengubah wajah kumuh tersebut kini menjadi kebun bonsai.

Di dalam Kebun bonsai terdapat ribuan tanaman bonsai dan berbagai macam tanaman hias lainnya yang dapat dinikmati masyarakat Depok.

Bowo mengatakan, tanaman bonsai di kebun tersebut seringkali dipamerkan di dalam negeri bahkan hingga di luar negeri.

Ia hanya menjual bibit tanaman bonsai yang dipamerkannya tersebut dengan harga kisaran Rp 100.00 hingga Rp 500.000.

Menurutnya, Kota Depok nantinya bakal menjadi sentra bonsai terbesar di Indonesia.

Saat Kompas.com mengunjungi kebun tersebut, tampak di kiri-kanan perkebunan ditanami beberapa jenis tanaman-tanaman bonsai.

Beberapa tanaman bonsai yang terkenal berada di kebun tersebut antara lain, anting putri, santigi, cemara, beringin, guloh gementung dan tanaman bonsai lainnya.

Tampak juga satu saung ciri khas adat betawi menjadi markas K3D.

Sore hari, komunitas musik pun turut latihan di saung tersebut.

HotNews:  Politisi Demokrat DPRD Sumenep Terancam Digugat Awak Media, Lawyer: Pemimpin Tak Boleh Jumawa

(kmp)

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM