MADURAEXPOSE.COM– Berdasarkan data penderita Kusta yang dimiliki Dinas Kesehatan Jawa Timur yakni 4.897 orang, dan 304 diantaranya adalah anak-anak. Berarti, penularan penyakit kronis disebabkan oleh bakteri yang menyerang kulit dan syaraf tepi itu masih tinggi di Jatim.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Kohar Hari Santoso menjelaskan mengetahui tingginya kasus merupakan bentuk keberhasilan, karena langkah deteksi dini dengan aktif mencari penderita kusta dirasa menjadi cara jitu tekan penyebaran kusta.

“Kami menyadari Kusta di Jatim tergolong tinggi, memang kok banyak ya kita memang aktif mencari, total Kusta di Jatim 4.897 orang, kalau anak-anak 304,” ungkap Kadinkes Jatim, Kohar Hari Santoso, Minggu (29/1/2017)

Ia menargetkan, pada 2017 prevalensi penderita kusta di Jatim bisa berada di bawah 1 persen per 10.000 penduduk.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

“Oleh karenanya pada tahun 2017 ini kita ingin lakukan percepatan eleminasi kusta, eleminasi itu prevelensi rate nya di bawah 1 persen per 10.000 penduduk,” target Kohar.

Ia menambahkan, pihaknya juga tengah menyiapkan strategi terkait eleminasi kusta, yakni melibatkan masyarkat untuk dalam menemukan terduga kusta, meningkatkan fasilitas layanan yang bermutu dan terjangkau, pengobatan sesuai standar, dan peningkatan sosialisasi.

“Saya harap masyarakat membantu pemerintah, dalam menemukan penderita cacat baru atau yang sudah lama dengan cara ikut mengawasi orang-orang ada di sekitarnya. Jika ada,” harapnya.

Diketahui, Upaya penanggulangan penyakit kusta ini bisa diawali dengan penemuan bercak putih atau merah pada kulit seseorang. Dan jika mendapati gejala tersebut, masyarakat segera melapor ke fasilitas pelayanan kesehatan seperti Puskesmas atau Polindes.

“Kasus endemis kusta tertinggi di jatim ada pada daerah Jatim Sumenep, disusul Sampang, Bangkalan dan Jember,” tandasnya.

(ito/kun/bjt)