Dugaan Pungli, Dewan Sidak SMKN 1 Tambelangan

0
909
Plt SMKN 1 Tambelangan bersama Komite menunjukkan surat penyataan Wali murid tentang sumbangan sebesar Rp 563 ribu tiap siswa (Dok/MaduraExpose.com)

Sampang (maduraexpose.com) – Aksi ke 2 yang di lakukan siswa SMKN 1 Tambelangan tidak masuk sekolah hal ini merupakan buntut dari beberapa minggu lalu.

Plt SMKN 1 Tambelangan bersama Komite menunjukkan surat penyataan Wali murid tentang sumbangan sebesar Rp 563 ribu tiap siswa (Dok/MaduraExpose.com)
Plt SMKN 1 Tambelangan bersama Komite menunjukkan surat penyataan Wali murid tentang sumbangan sebesar Rp 563 ribu tiap siswa (Dok/MaduraExpose.com)

Aksi siswa yang membela Kepala Sekolah, DJ Budiono yang di duga melakukan pungutan kepada siswa, Senin (19/01/15).

Dengan adanya laporan ada dugaan pungli di SMKN 1 Tambelangan sebesar 300 ribu rupiah maka, DPRD Sampang Komisi VI langsung melakukan sidak ke sekolah tersebut minggu lalu.

Dalam sidak tersebut sempat terjadi aksi saling tuding menuding antara anggota dewan dengan kepala sekolah yang di dampingi guru-guru, akhirnya di dengar oleh siswa.

“Itu terjadi setelah rombongan anggota dewan keluar dari kantor SMKN 1 Tambelangan siswa berdemo menghalangi para wakil rakyat”, terang Plt Muhammad Hasyim.

Menurut Plt SMKN 1 Tambelangan Aksi yang ke 2 ini, siswa tidak masuk sekolah atau mogok sekolah. Dirinya bersama guru-guru tidak tahu kalau siswa mogok sekolah.

“Dirinya pukul 06.55 Wib tiba di depan SMK dan melihat ke halaman sekolah, kok tidak ada siswa dan sepeda siswa, biasanya sudah banyak dalam hati berkata ada apa?,” tutur Hasyim.

Selanjutnya ada rombongan dari Muspika dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang melakukan kunjungan, entah dari mana siswa sudah ada di depan sekolah sambil membawa poster tuntutan yang menghadang rombongan.

“Siswa menuntut 3 hal yaitu Kembalikan Kepala sekolah Pak Budi, kepindahan Pak Budi tidak wajar dan kembalikan nama baik Pak Budi,” ungkap Hasyim.

Sementara Amiin Arif Tirtana, Komisi VI DPRD Sampang saat di konfirmasi melalui telepon selularnya menanggapinya dengan kejadian tersebut mengatakan sangat menyayangkan kejadian tersebut.

“Ada indikasi itu strategi kepala sekolah dan mendengar kabar siswa di ancam oleh pihak sekolah, kalau masuk sekolah akan di keluarkan atau tidak naik kelas”, ujarnya.

(Ms).