Ist. Dua anggota Banggar DPRD Sumenep nyaris baku hantam di Hotel Lumire Jakarta (Agoda/MaduraExpose.com)

Ist. Dua anggota Banggar DPRD Sumenep nyaris baku hantam di Hotel Lumire Jakarta (Agoda/MaduraExpose.com)
Ist. Dua anggota Banggar DPRD Sumenep nyaris baku hantam di Hotel Lumire Jakarta (Agoda/MaduraExpose.com)
MaduraExpose.com- Siapa sangka kalau dua anggota anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sumenep ini nyaris terlibat baku hantam sesama wakil rakyat di Hotel Lumire, salah satu hotel berbintang di Jakarta pada Rabu (24/12/2014) pagi.

Informasi adanya dua orang anggota Banggar DPRD Sumenep yang nyaris bentrok ini di ceritakan sejumlah anggota dewan dalam satu rombongan kepada media ini.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Dua anggota Banggar yang nyaris baku hantam di lobi hotel Lumire itu berinisial HMD dan Sbd. Pemicunya berawal dari persoalan kunci hotel yang di duga dibawa SBD entah kemana.

Saat itu HMD ingin masuk kamar hotel terpaksa uring-uringan di ruang lobi sambil ngomel tentang SBD yang dianggap mengambil keuntungan. Rupanya ucapan HMD tersebut ada yang memberitahu kepada pihak SBD yang ikut naik darah dan langsung melabrak HMD.

“Waktu itu Pak HMD marah-marah kepada petugas resepsiones hotel menanyakan kunci hotel yang ternyata dibawa SBD. Pak HMD marah-marah dan menuding SBD mengambil keuntungan”, ujarnya kepada SurabayaExpose.com, Jum’at (26/12/2014).

Beberapa menit kemudian muncul SBD diruang lobi hotel dan langsung mencak-mencak memegang krah baju HMD sambil marah-marah.

“Kamu ini jangan ngomong sembarangan ya. Selama ini saya tak pernah ban soramban (sembarangan,Red) ke teman-teman dewan”, imbuh sumber terpercaya ini menceritakan kronologis cekcok mulut dua anggota Banggar DPRD Sumenep di Hotel Lumire, Jakarta.

Dalam situasi tegang kedua anggota Banggar itu, lanjut sumber SurabayaExpose.com (MaduraExpose Corp), beruntung ada Romzi salah satu anggota Banggar DPRD yang melerai HMD dan SBD.

Sementara Romzi, hingga berita di unggah belum bisa memberikan keterangan. Bahkan di konfirmasi melalui telpon selulernya tidak diangkat meski terdengar nada sambung.

(Iwi/Fer)