DPKS Ancam Sidak SDN Pandeman 3 Arjasa

0
991

MADURAEXPOSE.COM–Kisruh penggunaan anggaran dana rehab ratusan juta di SDN Pandeman 3 Kecamatan Arjasa rupanya berbuntut panjang.

Pasalnya, penggunaaan anggaran non APBD tersebut diduga menjadi bancakan oknum anggota dewan melalui tangan kanannya yang menurut pengakuan Kepala Sekolah tersebut meminta “jatah” hingga 30 persen atau sekitar Rp 70 juta.

Hal ini membuat Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) merasa berang dan mengancam akan melakukan sidak ke SDN pandeman 3 Arjasa.

“Dpks perlu turun (sidak) ,”ujar Badrul,Anggota DPKS Sumenep.

Didesak untuk memberikan komentar lebih lanjut,Badrul mengaku belum saatnya sampai pihaknya melakukan investigasi langsung.

“Belom bisa komentar Krn blom nyampe TKP”, pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Sekolah SDN Pandeman 3, Kecamatan Arjasa, Sumenep, Madura, Jawa Timur terancam akan dilaporkan ke ranah hukum, terkait realisasi anggaran non APBD sebesar Rp 263.265.600 yang diduga tidak sesuai spekspikasi dan melenceng dari Rencana Anggaran Belanja (RAB).

“Kami sudah diskusikan dengan tim ahli kami untuk meremcanakan pelaporan hasil rehab di SDN pandeman 3 yang diduga banyak penyimpangan,” ungkap Wakid , juru bicara dari GESTU Sumenep, Jum’at 1 September 2017.

Wakid menduga, bobroknya hasil rehabilitasi sekolah tersebut karena diduga adanya intervensi pihak ketiga yang ditengarai ikut bermain anggaran ratusan juta tersebut.

“Ada beberapa pihak yang sudah memberikan klarifikasi terkait adanya dugaan pemotongan anggaran rehab itu dengan dalih ikut memperjuangkan. Akibatnya, hasil rehab tidak maksimal dan cenderung asal-asalan”,imbuhnya.

Sementara Asmuni,Kepala SDN pandeman 3 saat dikonfirmasi MaduraExpose.com baru-baru ini mengaku tidak menerima langsung proses pengerjaan proyek tersebut tidak ditangani langsung oleh pihak sekolah,melainkan diatur oleh pihak ketiga yang mengklaim “orangnya” dewan di DPRD Sumenep.

Pencairan tahap pertama sebesar 60 persen secara administratif melalui rekening kepala sekolah.Namun setelah itu, uang tersebut diduga kuat langsung ditransfer ke rekening pihak ketiga yang meresahkan tersebut.

HotNews:  Mobil Carry Nyungsep di Nambakor Sumenep

“Uang sudah keluar, kemudian saya masukkan kerekening pribadi,karena enggan membawa uang kontan ke Kangean. setelah sampai di Kangean langsung mendatangi “orang kepercayaan,tangan kanan itu, Pak uang sudah keluar, kemudian uang ada direkening saya, sampean butuh berapa?”,beber Asmuni kepada MaduraExpose.com.

Bahkan pihak ketiga yang mengaku orangnya dewan tersebut meminta uang “pelicin” sebesar 70 juta,namun pihak kepala sekolah menolak dan hanya mampu bayar 30 juta.

“Tidak bisa (penuhi permintaan Rp 70 juta Karena diawal pembangunan semuanya”, imbuhnya.

Asmuni juga merinci, bahwa tangan kanan oknum anggota dewan itu sudah menerima uang sebesar Rp 50 juta.

Ditempat berbeda, Kepala UPT Pendidikan Arjasa,Aminullah mengaku belum mendengar adanya kisruh anggaran rehabilitasi SDN Pamdeman 3 Sumenep tersebut.

(skw/fer)