Scroll untuk baca artikel
SUMENEP EXPOSE

DPKS Ancam Sidak SDN Pandeman 3 Arjasa

Avatar photo
58
×

DPKS Ancam Sidak SDN Pandeman 3 Arjasa

Sebarkan artikel ini

MADURAEXPOSE.COM–Kisruh penggunaan anggaran dana rehab ratusan juta di SDN Pandeman 3 Kecamatan Arjasa rupanya berbuntut panjang.

Pasalnya, penggunaaan anggaran non APBD tersebut diduga menjadi bancakan oknum anggota dewan melalui tangan kanannya yang menurut pengakuan Kepala Sekolah tersebut meminta “jatah” hingga 30 persen atau sekitar Rp 70 juta.

Hal ini membuat Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) merasa berang dan mengancam akan melakukan sidak ke SDN pandeman 3 Arjasa.

“Dpks perlu turun (sidak) ,”ujar Badrul,Anggota DPKS Sumenep.

Didesak untuk memberikan komentar lebih lanjut,Badrul mengaku belum saatnya sampai pihaknya melakukan investigasi langsung.

“Belom bisa komentar Krn blom nyampe TKP”, pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Sekolah SDN Pandeman 3, Kecamatan Arjasa, Sumenep, Madura, Jawa Timur terancam akan dilaporkan ke ranah hukum, terkait realisasi anggaran non APBD sebesar Rp 263.265.600 yang diduga tidak sesuai spekspikasi dan melenceng dari Rencana Anggaran Belanja (RAB).

“Kami sudah diskusikan dengan tim ahli kami untuk meremcanakan pelaporan hasil rehab di SDN pandeman 3 yang diduga banyak penyimpangan,” ungkap Wakid , juru bicara dari GESTU Sumenep, Jum’at 1 September 2017.

Wakid menduga, bobroknya hasil rehabilitasi sekolah tersebut karena diduga adanya intervensi pihak ketiga yang ditengarai ikut bermain anggaran ratusan juta tersebut.

“Ada beberapa pihak yang sudah memberikan klarifikasi terkait adanya dugaan pemotongan anggaran rehab itu dengan dalih ikut memperjuangkan. Akibatnya, hasil rehab tidak maksimal dan cenderung asal-asalan”,imbuhnya.

------------------------