Capek Scroll: Baca Berita Penting Aja!!!

 


RANAH PESANTREN

Ditanya Apa Ada Usaha ‘Memecah Suara Umat’ dalam Kasus Ahok, Jokowi Malah Jawab Revolusi Mental

81
×

Ditanya Apa Ada Usaha ‘Memecah Suara Umat’ dalam Kasus Ahok, Jokowi Malah Jawab Revolusi Mental

Sebarkan artikel ini

Pemuda Muhammadiyah mempertanyakan mengapa yang diundang hanya dari Muhammadiyah, MUI dan NU? Sementara penggagas Aksi Bela Umat justru diabaikan?

MADURAEXPOSE.COM–Hari Selasa (01/10/2016) siang Presiden Joko Widodo mengundang tiga organisasi massa Islam; Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ke Istana Merdeka Jakarta diantaranya membahas masalah bangsa juga menyinggung rencana demo Aksi Bela Islam.


Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar menceritakan bagaimana pertemuan tokoh Islam itu dengan Presiden Jokowi berlangsung memalui akun Facebook nya.

“Saya ikut serta dengan beberapa tokoh agama Muhammadiyah, NU dan MUI yang diundang oleh Presiden Joko Widodo, pada Hari ini Selasa, 1 November 2016 Pukul 11.00 WIB,” sebagaimana ditulis dalam akun Facebook nya.

Menurut Dahnil, Presiden Jokowi didampingi Menkopolhukam, Menteri Agama, dan Mensesneg langsung berdialog dengan 10 orang perwakilan dari Muhamamdiyah, 10 orang dari MUI dan 10 0rang dari NU.

Dalam pertemuan yang layaknya pertemuan resmi, Jokowi menurut Dahnil menjelaskan tujuannya mengundang para tokoh tersebut, dilanjutkan beberapa tokoh menyampaikan pandangannya.

“Dalam catatan saya setelah Pak Jokowi menyampaikan pendahuluan, dilanjutkan oleh Ketum MUI, kemudian Ketum NU, dan Ketum Muhammadiyah. Dan salah seorang Ketua PP Muhammadiyah, Pak Goodzubir menyampaikan pesan beliau. Dilanjutkan Pak Presiden memberikan respon,” tulisnya.

Singkatnya, semua tokoh agama menyampaikan harus ada proses hukum harus dilakukan dengan adil dan berkeadilan.

 


---
***