Scroll untuk baca artikel
JATIM EXPOSE

Disnak Jatim Telah Serahkan Vaksin PMK dan LSD ke Kabupaten/Kota se-Jatim

Avatar photo
198
×

Disnak Jatim Telah Serahkan Vaksin PMK dan LSD ke Kabupaten/Kota se-Jatim

Sebarkan artikel ini

dan LSD ke Kabupaten/Kota se-Jatim

Maduraexpose.com- Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur (Disnak Jatim) telah menyerahkan vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD) ke daerah Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, pada Rabu (12/6/2024).

Penyerahan yang bertujuan bersamaan dengan momen Hari Raya Iduladha ini, dilakukan langsung oleh Kepala Disnak Jatim, Indyah Aryani.

Kadisnak Jatim, Indyah Aryani, di Surabaya, Jumat (14/6/2024) menjelaskan, penyerahan ini adalah untuk menyelamatkan hewan kurban dan untuk menyiapkan momen Iduladha baik di provinsi maupun di kabupaten dan kota. “Jauh-jauh har,i kami sudah melakukan sosialisasi terkait dengan bagaimana perlaksanaan kurban. Salah satunya yang menjadi poin penting adalah kaitannya dengan melalui lintas ternak. Karena dengan momen Hari Raya Idul Adha ini, kita akan melalui lintas ternak dari kabupaten ke kabupaten,” jelas Indyah.

Lebih lanjut, Indyah menerangkan, ada beberapa yang masuk dari pasar hewan dari luar provinsi ke Jawa Timur atau dari Jatim keluar ke Kalimantan dan seterusnya. Sehingga, pergerakan ternak lalu lintas ini cukup tinggi.

“Nah ini ada potensi untuk penularan penyakit, ini harus kita waspadai. Untuk itu saya sudah mengeluarkan surat edaran, supaya tata kelola lalu lintas ternak ini dapat mengirimkan ternak dari kabupaten A ke kabupaten B, dari provinsi ke luar provinsi. Atau pemasukan dari luar provinsi ke provinsi Jawa Timur ini kita atur SOP-nya, ada SE-nya,”imbuhnya.

Untuk penyerahan vaksin ini,ia menyebutkan, Disnak Jatim melakukan distribusi vaksin sebanyak satu juta dosis. “Harapannya kita masih melakukan vaksinasi terus untuk food and medicines ini sampai beberapa tahun ke depan. Karena virus ini pengendaliannya harus dilakukan secara multi-years, tidak bisa langsung satu tahun selesai butuh waktu. Sehingga kita melakukan vaksinasi pertama, kedua booster, ulang lagi enam bulan berikutnya,”imbuhnya.

------------------------