Sejumlah Perwakilan buruh dan pendamping SPBM saat ngelurug ke kantor Pemkab Sampang, namun di tinggal begitu saja oleh pihak Sekdakab setempat. (Slamet/MaduraExpose.com)

Sejumlah Perwakilan buruh dan pendamping SPBM saat ngelurug ke kantor Pemkab Sampang, namun di tinggal begitu saja oleh pihak Sekdakab setempat. (Slamet/MaduraExpose.com)
Sejumlah Perwakilan buruh dan pendamping SPBM saat ngelurug ke kantor Pemkab Sampang, namun di tinggal begitu saja oleh pihak Sekdakab setempat. (Slamet/MaduraExpose.com)
Sampang (maduraexpose.com) – Perwakilan Tenaga cleaning service (CS) dan pendamping mendatangi Pemkab guna menindak lanjuti pertemuan sebelumnya terkait nasib buruh CS yang haknya tidak sesuai dengan upah minimum regional (UMR) Kabupaten Sampang.

Para buruh ini menuntut nasib mereka yang terabaikan selama kurun waktu 4 tahun oleh pengusaha outsoursing yaitu PT. Ayu Kusuma, Sampang, Jawa Timur.

“Kami Serikat Pembela Buruh Madura ( SPBM) sangat kecewa dengan sikap Ketua dewan pengupahaan , yakni Puthut Budi Santoso selaku Sekda Kabupaten Sampang”, uajar salah satu perwakilan buruh, Kamis (4/12/12). .

Sementara Sekda Sampang sendiri, di akui para buru malah menolak kedatangan sembilan perwakilan tenaga cleaning service yang selama 4 tahun hak-hak mereka dirampas oleh pengusaha outsourshing.

“Padahal surat permohonan audiensi sudah kita kirim pertanggal 02 Desember 2014”.

Para buruh ini menuding bahwa tingkat kepedulian pemerintah terhadap nasib rakyatnya sangat lemah. Mereka menganggap orang-orang besar yang tidak punya kepedulian terhadap nasib buruh dan rakyat kecil.

Mereka menuntut Sekda Sampang si Puthut supaya mundur dari jabatanya dan segera angkat kaki dari Kota Sampang. Kekecewaan buruh ini makin menjadi setelah di tinggal pergi begitu saja oleh Sekda.

“Kami akan balas perlakuan Sekda ini dengan menggelar demo besar-besaran agar dia sadar dan tidak semena-mena terhadap kaum buruh”, ancam Tamsul, salah satu buruh dengan wajah penuh kecewa.

Pantauan MaduraExpose, Sekda Sampang Puthut Budi Santoso tampak terburu-buru menuju mobil dinas di kejar oleh salah satu anggota LSM MDW, Didik yang kemudian memberhentikan mobil yang di tumpangi Sekda. Keduanya sempat perang mulut sambil mengangkat tangan seperti hendak saling memukul.

“Saya sudah percaya dengan Kepala Dinas Saya (Kepala Dinsosnaketras, Malik red). Audensi hari ini di tunda Senin”, ungkap Puthut di dalam mobil Dinasnya.

(Ms/fer).

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM