Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURA EXPOSE– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak menemukan terpidana kasus korupsi Fuad Amin dan Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan di selnya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jumat (20/7).

KPK juga tidak menemukan keduanya di rumah sakit setelah KPK mengetahui bahwa keduanya sedang izin meninggalkan Lapas Sukamiskin lantaran sakit.

“Pak Saut [Wakil Ketua KPK Saut Situmorang] mengatakan bahwa katanya sakit, dicek ke rumah sakitnya enggak ada. Di kamarnya dia enggak ada. Jadi di mana dia? Kami enggak tahu,” kata Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif kepada dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Sabtu (21/7). 

Dia menjelaskan, Fuad dan Wawan bukan bagian dari operasi tangkap tangan (OTT) yang hendak dilakukan KPK pada Jumat (207) malam.

Fuad merupakan mantan Bupati Bangkalan yang terjerat kasus korupsi penjualan gas alam di wilayahnya, sementara Wawan, yang merupakan adik dari eks Gubernur Banten Ratu Atut, terjerat kasus korupsi pengadaan alat kesehatan.

Menurutnya, langkah KPK mengecek sel yang dihuni oleh Fuad dan Wawan hanya berdasarkan insting belaka.

“Dua orang lagi itu sebenarnya bukan bagian dari kasus ini. Tapi ketika kami lihat bagian dari interest of KPK, ketika kami lihat di kamarnya enggak ada ternyata masih keluar,” ucapnya.

KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap Lapas Sukamiskin Wahid Husein. Mereka adalah Wahid sendiri, narapidana kasus korupsi Badan Keamanan Laut (Bakamla) Fahmi Darmawansyah, pegawai Lapas Sukamiskin Hendry Saputra, serta seorang narapidana tindak pidana umum Andri Rahmat.

KPK mengamankan barang bukti suap fasilitas sel mewah dan izin napi di Lapas Sukamiskin yakni uang total Rp279.920.000 dan US$1.410. Selain itu, ada dua mobil Wahid yang diamankan KPK karena diduga terkait suap, yaitu Mistubishi Triton Exceed berwarna hitam dan Mitsubishi Pajero Sport Dakkar berwarna hitam.

HotNews:  Komsos Babinsa Panagan Perkuat Komunikasi Dengan Warga

(arh/cnn