Pamekasan, MaduraExpose.com- Rencana Pemerintah Jkowi-JK Yang Ingin Menaikkan Harga BBM hanya akan Menetaskan Ragam Penderitaan Rakyat Kecil. Kenaikkan Harga BBM tidak sesuai dengan Janji-JAni Politik Jokowi-JK yang ingin mengentaskan angka kemiskinan, dan mengatasi PEngangguran.

Argumentasi Pemerintah saat ini untuk menaikkan harga BBM sama halnya dengan alasan Pemerintahan Sebelimnya. Yakni, Subsidi BBM membebani APBN dan kemudian meyakinkan rakyat bahwa subsidi BBM untuk pengalihan SUbsidi ke sektor Pendidikan, Pembangunan, Kesehatan DLL. Tapi, alasan tersebut tidak mendasar dan hanya Modus belaka. Salah satu contoh realnya adalah data UNISCO yang mengatakan bahwa pada tahun 2010 ada 160.000 anak Putus sekolah. dan Terus meningkat Jumlahnya ketika 2011 bertambah menjadi 260.000 anak. angka tersebut terus bertambah pada tahun 2013 menjadi 1,3 Juta anak terancam putus sekolah.

maka Dari itu kami atas nama Solidaritas MAhasiswa Pamekasan (SMP) Menuntut :
1. Ketua DPRD PAmekasan dan seluruh anggota DPRD PAmekasan merekomendasikan serta menyepakati untuk menolak kenaikan harga BBM dengan Via FAX-Mile Ke pemerintah Pusat dan juga tanda tangan diatas spanduk.
2. Kepada Jokowi-JK untuk tidak menaikkan harga BBM atau turun jabatan sebelum rakyat menurunkan anda/.
3. Menolak pengalihan SUbsidi BBM kesektor lain karena terkesan alasan klasik untuk menaikkan harga BBM yang ujung-ujungnya pengalihan subsidi tersebut tidak berdampak pada kemajuan SDM dan SDA seperti pemerintahan sebelumnya

(add/fer)

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM