Unras Aktivis PMII Sampang Madura ricuh saat anggota Polres menghalangi mahasiswa masuk Kantor Bappeda (Dok/MaduraExpose.com)

Unras Aktivis PMII Sampang Madura ricuh saat anggota Polres menghalangi mahasiswa masuk Kantor Bappeda (Dok/MaduraExpose.com)
Unras Aktivis PMII Sampang Madura ricuh saat anggota Polres menghalangi mahasiswa masuk Kantor Bappeda (Dok/MaduraExpose.com)
Sampang (maduraexpose.com) – Demontrasi Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Sampang di depan Kantor Badan Perencaan Pembangunan Daerah (Bapedda) Sampang berujung ricuh dengan Keamanan, Kamis (4/12/14).

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Kejadian kericuhan berawal dari Kepala Bapedda Sampang Hari Soeyanto saat menemui para demontran dan menjelaskan, apa yang di jadikan tuntutan para pendemo soal dana tahun 2013 100 juta yang terialisasi 50 juta dan tahun 2014 sebanyak Rp 95.500.000 terialisasi 60 juta dan lebihnya untuk rapat-rapat dinas dan tranportasi. lalu Kepala Bapedda langsung meninggalkan tempat.

Para aktifis tidak puas apa yang di jelaskan Kepala Bapedda maka tak terbendung lagi, para demontran memaksa masuk ke kantor Bapedda lalu di hadang oleh aparat keamanan dari Polres Sampang.

Dalam pantauan maduraexpose, salah satu orator, terpaksa dibawa aparat Kepolisian Resort Sampang, namun tak lama kemudian di lepas lagi dan bergabung dengan aktivis PMII lainya yang masih menggelar orasi.

Aksi demo PMII kali ini menuntut pertanggung jawaban Bapedda terhadap alokasi dana yang di salurkan kepada Autralia Indonesia For Partnersip Decebtralisation (AIPD) sejak tahun 2013 dan 2014.dan Bapedda bertanggung jawab setiap pengeluaran anggaran.

(Ms/fer).