Ist.Debt Collector sering bikin ulah (Istimewa)

MaduraExpose.com- Kemarahan warga Pamekasan terhadap ulah para debt collector, kali ini tak bisa dibendung lagi. Mereka datang dengan jumlah massa yang sangat banyak meminta pimpinan Adira Finance segera hengkang dari kota Gerbang Salam.
Massa pengunjuk rasa yang terdiri dari sejumlah nasabah sengaja datang untuk menghentikan aksi premanisme yang diduga kuat kerap kali dilakukan oleh debt collector. Senin (23/2).

Mereka yang tergabung dalam Generasi Peduli Rakyat (Gapura) menuding tindakan brutal petugas debt collector yang ditengarai “antek” nya Aidra Finance itu sangat meruigkan masyarakat. Bahkan mereka mneilai, hal tersebut terjadi karena diduga ada pembiaran dari pimpinan Adira Finance Pamekasan, Madura, Jawa Timur,

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

“Harusnya Adira Finance Pamekasan mengutamakan kepuasan pelanggan. Tak seharusnya ada tindakan perampasan yang dilakukan debt collector. Itu premanisme namanya”, teriak Luthfi Al Farisi dengan nada kesal.

Farisi mencium adanya kerjasama terselubung antara pihak Adira Finance dengan para debt collector di Pamekasan. Kecurigaan itu menguta, karena dari sejumlah kasus perampasan yang dilakukan kepada pihak pengkredit speda motor, seringkali dilakukan dengan tanpa etika.

Massa menuntut pimpinan Adira Finance bertanggung jawab dan meminta pihak aparat kepolisian untuk mengusut tindakan brutal yang dilakukan debt colletor.

“Tindak brutal para debct collector ini sudah jelas-jelas bertentangan dengan KUHP pasal 362, 367 dan pasal 365. Untuk itu, kami meminta Kepala Adira Cabang Pamekasan (Hafisal) segera angkat kaki “, sesalnya.

(m2t/fer)