Dana Sertifkasi Guru di Kemenag Belum Terbayar Penuh

0
1063
Sejumlah guru penerima sertifikasi saat mengisi blangko pernyataan di kantor Kemenag Sampang (Dok/MaduraExpose.com)

Sejumlah guru penerima sertifikasi saat mengisi blangko pernyataan di kantor Kemenag Sampang (Dok/MaduraExpose.com)
Sejumlah guru penerima sertifikasi saat mengisi blangko pernyataan di kantor Kemenag Sampang (Dok/MaduraExpose.com)
Sampang (maduraexpose.com) – Penerima tunjangan profesi guru atau sertifikasi guru di lingkungan Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sampang tahun 2014 hanya menerima 10 bulan yang seharusnya 12 bulan.

“Yang belum terbayarkan yakni November dan Desember 2014”, ujar salah satu guru yang enggan disebutkan identitasnya.

Pantauan Maduraexpose.com, ratusan penerima tunjangan profesi guru atau sertifikasi guru, memadati kantor Kementrian Agama (Kemenag) Sampang untuk mengisi blangko pernyataan, Rabu (07/01/15).

Kasi pendidikan Agama Islam (PAIS) mengatakan, pengisian blangko pernyataan ini bersifat perintah mendadak dari pusat dan besok pagi harus di setorkan ke Kanwil Kemenag Surabaya, pasti nanti lembur untuk merekap data guru yang masuk, kata Hj Sarroh kepada maduraexpose.

Lanjutnya Hj.Sarroh menjelaskan pengisian blangko pernyataan ini hanya pengusulan APBNP tahun 2015 ke pusat dengan kekurangan 2 bulan yaitu bulan November dan Desember tahun 2014.

“Insya Alloh akan terialisasi kekurangan yang 2 bulan ini sekitar bulan Oktober atau di akhir tahun 2015, dan berharap secepatnya akan turun.” Jelasnya.

Di tempat terpisah Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) H.Syamsuri menuturkan tidak jauh dari keterangan kasi Pais.

” hanya pengusulan kekurangan tahun 2014, masalah di terima atau tidak, bukan wewenang kami, tapi mudah-mudahan akan terialisasi kekurangan 2 bulan tersebut, kami hanya berusaha saja”, tuturnya.

Syamsuri menambahkan penerima sertifikasi guru di lingkungan Pendidikan Madrasah (Penmad) sebanyak 271 guru, termasuk guru PNS dan guru tidak tetap (GTT), sedangkan dari guru PAIS sekitar 400 guru penerima sertifikasi, tambahnya.

Ditempat terpisah, MaduraExpose.com berhasil mewawancarai salah satu guru penerima tunjangan profesi guru, Bustomi,yang menyampaikan harapannya agar kekurangan selama 2 bulan ini secepatnya bisa di cairkan.

“Ini penting, supaya pencairan sertifikasi selama tahun 2015 berjalan lancar dan tidak tersendat-sendat seperti sebelumnya”, ujar Bustomi,salah satu GTT yang mengajar di MI Mifthahul Ulum Camplong, Sampang, Madura, Jawa Timur.

(Ms/fer).