H.Akhmad Nurhadi, Budayawan Madura/Ist.Maduraexpose.com

MADURAEXPOSE.COM—Budayawan asal Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur, H.A,Nurhadi, mengapresiasi sikap tegas Imam Besar Front Penyelamat Islam, Habib Rizieq yang siap melakukan revolusi, andaikata Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bebas dari jeratan hukum.

Menurutnya, apabila revolusi dilakukan secara frontal, pihaknya menganggap tersebut terlalu berisiko dan memakan banyak korban. Namun jika revolusi yang diteriakkan Habib Rizieq sekadar mengawal kepastian hukum terdakwa kasus dugaan penistaan agama, hal tersebut dianggap wajar.

“Revolusi terlalu beresiko. Akan timbul banyak korban. Kalau teriakan HRS (Habib Rizieq) hanya sekedar mengawal, tidak ada masalah,”ungkapnya melalui pesan khusus melalui jendela obrolan (inbox) facebook.

Pihaknya meminta agar semua pihak bisa menahan diri dan menghormati proses hukum yang tengah bergulir di meja persidangan.

” Bagaimanapun lembaga yudikatif harus dihormati. Saya malah curiga jagan-jangan HRS mendapat sponsor untuk “membunuh” Ahok. Tampak kebenciannya berlebihan ke luar dari spirit Islam,” tandasnya.

Nurhadi juga menambahkan, “Allah benci orang kafir, tapi di dunia Allah memprrlakukannya dg sangat baik. Saya berharap aparat penegak hukum bekerja dg profesional, jujur, serta adil!,” pungkasnya.

Diberitakan media online sebelumnya, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab menegaskan akan meneriakkan revolusi jika Pengadilan Negeri Jakarta Utara membebaskan tersangka dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

“Jadi jangan coba-coba, tahu-tahu Pengadilan membebaskan Ahok. Maka saya teriak revolusi. Siap turun lagi. Jadi jangan turun lagi di Istana, Monas, HI, langsung kita sambangi ke Gedung DPR/MPR,” tegas Rizieq pada Senin (5/12/2016) lalu. [Arbania/J88/Zam/***]

HotNews:  Jejak Digital Indra Wahyudi, Dari Ecek-Ecek Hingga Nyaris di Bogem Pegawai RSUD Sumenep