Scroll untuk baca artikel
Hot Expose

BPJS Harus Kreatif

Avatar photo
94
×

BPJS Harus Kreatif

Sebarkan artikel ini
MH Said Abdullah, Ketua Banggar DPR RI/NET

Seorang peserta BPJS pernah diberitakan memiliki keberanian untuk menyampaikan usulan kepada pengelola rumah sakit. Ia mengusulkan agar dipisahkan loket pendaftaran sesuai jenis penyakit. Misalnya, dibedakan antara tempat mendaftar penyakit jantung, penyakit dalam, penyakit paru, penyakit mata, gigi, kebidanan dan lainnya. Masing-masing jenis penyakit ini sesuai klafisikafikasi penangan pasiennya tidak semuanya berjumlah banyak. Tetapi karena pendaftaran disatukan muncul antrian panjang.

Sebuah rumah sakit, menerima usulan pasien cerdas dan berani itu. Langsung saja, keesokan harinya, setelah pendaftaran dibagi loketnya, pasien yang mendaftar tidak perlu antri panjang. Pertanyaannya, pernahkah BPJS melakukan langkah pengawasan, kontrol terhadap kinerja rumah sakit, yang membuat pasien harus tersiksa saat mendaftar?

Perlu pula dipikirkan tentang kamar rawat inap, yang seringkali terjadi kesimpangsiuran informasi. Ruangan ada, tapi dibilang tidak ada. Pasien sudah menunggu lama, ternyata ruang inap tidak ada. Jelas ini mempersulit pasien. Bukankah BPJS dapat memerintahkan kepada seluruh rumah sakit yang menjadi mitra untuk memasang monitor tentang keberadaan ruang inap yang masih kosong, sehingga semuanya jelas.

Sekarang ini, ketika kita ingin memasuki sebuah gedung perkantoran atau mall, di depan terpampang informasi, ada berapa ruang parkir yang masih kosong. BPJS seharusnya berpikir kreatif, bagaimana memberikan pelayanan yang sebenarnya untuk di era digital seperti sekarang ini dapat dibuat sangat mudah seperti ketersediaan ruang parkir untuk masalah ruang inap.

------------------------