Dua wanita ini sukses berbisnis hijab tanpa harus meninggalkan kewajiban sebagai istri dan ibu

Industri fashion dewasa ini telah berkembang pesat. Tak hanya pesohor terkemuka, berbagai kalangan pun kini mencoba mengeruk besarnya pangsa pasar industri fashion Indonesia.

Banyak pemula di industri ini yang kerap menyerah. Menurut desainer hijab Norma Hauri, para pemula harus serius menjalankan bisnisnya.

Norma bercerita saat memulai bisnisnya, dia rela meninggalkan pekerjaan make up artis yang dijalaninya.

” Saya memulai bisnis dari nol. Awalnya bermodal Rp500 ribu hingga sebesar sekarang,” kata Norma, saat talkshow Entreprenuer bersama Wardah, di Muffest, JCC, Jakarta, Sabtu, 8 April 2017.

Menurut Norma, dia sempat mengalami fase mengurus semua proses produksi sendirian. Bagi dia, proses itu menjadi tahapan yang harus dijalani seorang entrepeneur.

” Setelah dijalani sendirian rasanya capek juga. Kemudian saya mempekerjakan orang lain. Alhamdulillah, ada bantuan, step by step,” kata dia.

Proses semacam itu juga dialami Lyra Virna. Pemilik merek Lyra Virna Syar’i itu mengaku kesulitan mengelola sosial media merek dagangnya lantaran gagap teknologi.

” Untuk itu saya mempekerjakan orang yang dapat menggunakan teknologi,” kata Lyra.

Pengembangan teknologi, tidak dapat dipungkiri, berperan besar dalam industri fashion. Untuk itu, mereka menyarankan bagi pemula bisnis ini agar menggunakan sosial media untuk mengenalkan produk.

” Social media power. Dengan online tidak perlu lagi toko, bisa di rumah bersama anak,” kata Norma.

Setelah itu semua, kata Lyra, perempuan harus menetapkan skala prioritas. Menurut dia, prioritas penting istri adalah suami dan anak.

” Kalau saya, anak dan suami beres dulu, baru kerjakan yang lain,” kata dia.

Dream

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM