28371-korban-perkosaan-gadis-desa-disekap-enam-hari-dipaksa-layani-tujuh-priaBerawal obrolan dari jejaring soasial facebook, IM lelaki (26) nekat menyetubuhi HN (24) yang ternyata sedang hamil dua bulan, di kontrakan perempuan tersebut di Parung Banteng, RT 01/01 Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur.

Kedua pasangan yang merupakan teman satu SMP di Bekasi itu, kepergok sedang melakukan hubungan suami istri oleh masyarakat sekitar.

Berdasarkan penuturan warga yang dilansir dari Radar Bogor (Grup JPNN), Senin (5/5), HN yang sudah memiliki suami itu diduga sering membawa pria baru tak dikenal warga itu ke kontrakannya. Karena curiga, puluhan warga menyelidikinya.

Saat pintu kontrakannya di buka, kedua pasangan ini kedapatan sedang asyik ‘in the hoy’ tanpa sehelai kain pun menutupi.

Merasa kampungnya dikotori, warga Parung Banteng ini pun marah lalu menggiring kedua pasangan mesum ini ke Mapolsek Bogor Timur. Sebelumnya, IM menjadi bulan-bulanan warga dan dihadiahi bogem mentah.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Atas perbuatannya, tersebut HN terancam diceraikan suaminya walaupun ia sedang keadaan mengadung dua bulan. HN mengakui perbuatannya. IM, katanya, adalah kakak kelas sewaktu SMP dan bertemu kembali di facebook, cinta lama bersemi kembali (CLBK).

“Ya saya kesepian dan terlalu dikekang oleh suami, dan dia pulang seminggu dua kali. Keseharian saya hanya urus anak saja. Bertemu dengan IM menjanjikan akan menawarkan pekerjaan. Karena sering bertemu terjadilah hubungan suami istri,” ujarnya sambil berurai air mata.

Wanita yang sudah menikah empat tahun ini mengaku selain jarang bertemu suaminya, juga lebih sering cekcok mulut. “Dia (suami) jarang pulang,” ucapnya.

Di Mapolsek Bogor Timur, IM hanya tertunduk malu. Ia merasa tertarik dengan HN walaupun sudah bersuami dan beranak. “Kalau sedang hamil saya tidak tahu, yang namanya ketemu di rumah kontrakan, berdua, setelah ngobrol sekitar satu jam lalu sepakat melakukan hubungan suami istri. Pas ketahuan oleh warga saat itu pintu tidak terkunci,” paparnya.

Kapolsek Bogor Timur Kompol Wasino membenarkan kejdian tersebut. Ia menuturkan bahwa ada seorang warga yang melaporkan ke Ketua RT setempat bahwa ada tamu yang mencurigakan. Lalu, warga yang curiga sepakat melakukan penggerebakan. Dan ternyata benar, ketika didapati mereka sedang mabuk nafsu berahi.

“Saat ini kita akan panggil suami perempuan tersebut, dan keduanya akan dibawa ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor Kota,” pungkasnya. (abe/c/jpnn)