ist

Pamekasan, Maduraexpose.com- Sejumlah kalangan menilai pengibaran lambang atau logo PKI tanpa garis merah sebagai tanda organisasi itu dilarang mendapat kecaman dari sejumlah pihak dan menilai ada sesuatu yang tidak “beres” dibalik penerbitan surat edaran dari panitia pelaksana lomba karnaval agustusan di bumi Gerbang Salam Pamekasan, Madura tersebut.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

“Kami memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap TNI di Pamekasan yang langsung bertindak tegas mengamankan dan merobek atribut bergambar logo dan tokoh PKI tersebut. Semoga dapat terungkap, siapa aktor dibelakang itu semua”, ujar Hasanah, salah satu Alumni Pondok Pesntren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu 16 Agustus 2015.

Seperti heboh diberitakan, dalam rangka pawai karnaval Agustus-an di Kabupaten Pamekasan, sejumlah peserta menampilkan tokoh Partai Komunis Indonesia (PKI) yang merupakan perwakilan dari musyarawarah kerja kepala sekolah (MKKS) SMP setempat.

Bahkan Kepala SMPN 2 Pamekasan,kepada awak media mengakui jika karnval yang menampilkan PKI itu berdasarkan surat nomor 09/PAN.HUT-RI/2015 yang ditujukan kepada ketua MKKS.

Atribut yang menampilkan logo dan tokoh PKI tersebut mendapat reaksi keras dari kalangan aparat TNI setempat yang langsung mengamankan dan merobeknya.

[Kiai-Kia pernah jadi sasaran PKI di Madura]
(jak/fer)