Bawaslu Sumenep Klaim Ada Dugaan Pelanggaran Coklit Disemua Kecamatan

0
128
Kantor Bawaslu Sumenep/Net

[vc_row][vc_column][vc_column_text]MADURAEXPOSE.COM–Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumenep, Madura, Jawa Timur, menyebut di setiap kecamatan ditemukan adanya pelanggaran terkait kegiatan pencocokan dan
penelitian (coklit) data pemilih yang dilakukan oleh PPDP (petugas
pemutakhiran data pemilih).

Lalu, bagaimana respons Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten
Sumenep mengenai banyaknya temuan pelanggaran tatacara coklit
oleh PPDP tersebut?

“Intinya kami kalau ada koreksi dari kawan-kawan Bawaslu (terkait
kegiatan coklit), saya minta untuk ditindaklanjuti,” kata Komisioner
KPU Sumenep, Syaifurrahman, Senin, 3 Juli 2020.

Mengenai penyebab terjadinya pelanggaran tatacara coklit itu
sendiri, dia menjelaskan bahwa pekerjaan PPDP ketika hendak
melaksanakan tugasnya tidak mulus.

Syaifur mencontohkan, ketika di lapangan ada sebagian masyarakat
yang sama sekali tidak mau di rumahnya ditempel stiker sebagai
tanda telah dilakukan coklit oleh petugas.

“Alasannya macam-macam. Rumahnya baru selesai dibangun,
rumahnya bagus, dan sebagainya. Rata-rata per kecamatan ada yang
tidak mau ditempeli stiker,” tambah dia.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Sumenep Anwar Noris menyampaikan,
sejak beberapa waktu lalu pihaknya telah melakukan pengawasan
secara penuh terhadap kegiatan coklit yang dilakukan oleh PPDP.
Dari hasil pengawasan yang dilakukan, pihaknya menemukan
banyak pelanggaran yang dilakukan oleh pelaksana coklit. “Seluruh
kecamatan ternyata ada pelanggaran. Bahkan mungkin di selurun
desa,” ujarnya.
[kom][/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]