Scroll untuk baca artikel
Radar Pemkab

Banyuwangi Mulai Implementasikan Masterplan Pengolahan Sampah Terintegrasi ke Desa-Desa

Avatar photo
199
×

Banyuwangi Mulai Implementasikan Masterplan Pengolahan Sampah Terintegrasi ke Desa-Desa

Sebarkan artikel ini

Maduraexpose.com- Pemkab Banyuwangi telah memiliki masterplan sistem pengelolaan sampah terintegrasi. Kini, pemkab mulai mengimplementasikan sistem tersebut ke desa-desa. Terdapat 15 desa, yang menjadi pilot project implementasi masterplan atau Dokumen Rencana Induk Persampahan (DRIP) jangka panjang tersebut.

Di antaranya Desa Purwodadi (Gambiran), Kluncing (Licin), Glagah (Glagah), Sumberberas (Muncar), Tembokrejo (Muncar), Setail (Genteng), Sidodadi (Wongsorejo), Tamansari (Licin), Genteng Wetan (Genteng), dan desa-desa lainnya.

Penerapan masterplan di desa-desa tersebut dilakukan bersama Avfall Norge, yang merupakan Asosiasi Persampahan Norwegia dan turut menyusun Masterplan DRIP melalui Program Clean Ocean Through Clean Communities (CLOCC).

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bertemu CEO Avfall Norge, Runar Bålsrud, untuk membahas implementasi masterplan tersebut, di Kantor Bupati Banyuwangi pada 7 Februari 2024 lalu.

“Kami libatkan anak-anak muda yang tergabung dalam tim pendamping program. Di tiap desa, tim ini nanti yang mendampingi untuk melakukan pengelolaan sampah secara terintegrasi,” kata Bupati Ipuk.

Tim tersebut diisi oleh anak-anak muda Banyuwangi yang tergabung dalam Yayasan Rijik Pradana Wetan.

“Di awal memang 15 desa pilot project, selanjutnya akan disebar ke seluruh wilayah Banyuwangi,” kata Bupati Ipuk.

Sementara Runar mengatakan penguatan pengelolaan sampah di tingkat desa adalah salah satu kunci dalam membangun membangun sistem pengeloaan sampah yang sistematis dan berkelanjutan.

------------------------