MaduraExpose. Kolaborasi Milenial Nusantara (KMN) menggelar acara diskusi dan melakukan gerakan pita kuning sebagai respon banyaknya kecurangan Pemilu 2019 yang massif.

Anggota KMN Alvin Akbar menjelaskan acara itu akan dilaksanakan pada Senin, 29 April 2019 pada pukul 14.00 WIB s/d selesai di Kopi Bos: Ruko Garuda, Jl. Asem Baris Raya, No. 13C, Tebet, Jakarta Selatan (Sebelah Stasiun Tebet).

“Acara itu akan dihadiri oleh narasumber seperti Natalius Pigai, Wenry Anshory Putra, Dhinda Nasrul, Adhie Massardi dan Haris Rusly Moti” kata Alvin saat dihubungi, Minggu (28/4/2019).

Sementara itu, salah satu narasumber Wenry Anshory menjelaskan Pilpres 2019 lalu, telah terjadi pembajakan kedaulatan rakyat. Beberapa indikatornya adalah adanya indikasi ketidaknetralan dan kecurangan yang terjadi secara brutal. Tentunya, indikasi tersebut hanya bisa dilakukan oleh mereka yang memegang tampuk kekuasaan.

“Diperlukan sebuah gerakan nyata dari kaum muda atau milenial saat ini untuk menyelamatkan kedaulatan rakyat yang telah dibajak tersebut. Peran sebagai agent of change dan agent of control selalu melekat dalam benak kaum muda, sehingga tidak heran bila kaum muda selalu menjadi motor penggerak perubahan,” jelasnya.

Wenry melanjutkan doktrin sejarah telah menggariskan bahwa perubahan dunia adalah sejarah kaum muda. Dalam sejarahnya, kaum muda telah menggoreskan tinta emasnya sebagai avant garde dalam setiap perubahan yang terjadi pada sebuah bangsa.

“Potret inilah yang seharusnya menjadi stimulus seluruh kaum muda atau milenial saat ini untuk mengambil peran perubahan. Momentum perubahan harus secara matang tidak dilandasi oleh ambisi sakit hati, tapi benar-benar atas kesadaran untuk menyelamatkan merah putih,” ujarnya.

“Melalui Diskusi dan Launching Gerakan Pita Kuning ini, maka kami menyerukan kebangkitan kaum muda atau milenial saat ini untuk menyelamatkan kedaulatan rakyat,” kata Wenry menambahkan.

(TS)

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM