IlustrasiNET

MADURAEXPOSE.COM– Masih ingat pengakuan Muzakkir, salah satu warga Desa Duko, Kecamatan Rubaru, Sumenep yang pernah membeberkan adanya dugaan penyimpangan dalam distribusi raskin di desa tersebut?

Saat itu, tanggal 21 Januari 2015, Muzakkir kepada awak media membeberkan adanya dugaan penyelewengan raskin yang terindikasi dilakukan sejak tahun 2013, dimana pendistribusiannya dinilai sangat janggal karena diduga tidak sesuai dengan ketentuan.

“Pernah saya tanyakan ke pihak Bulog soal pendistribusian raskin ke desa saya. Katanya lancar dan tidak ada masalah, tapi kok di lapangan hanya dicairkan dua kali selama 2 tahun,” kata Muzakkir, warga Dusun Padatar Timur, Desa Duko, Kecamatan Rubaru kepada awak media.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Kejanggalan yang dimaksud Muzakkir yakni, terletak pada perbedaan mencolok antara data yang didapatnya dari Bulog dengan realisasi yang terjadi di desanya. Menurutnya, berdasarkan data dari bulog, sejak tahun 2013 hingga 2014, raskin yang turun ke Desa Duko tercatat sebanyak 27 kali penebusan.

Sedanngkan pencairan hanya terjadi sebanyak dua kali.

Dengan rincian, dari 221i penerima manfaat, mereka hanya menerima sebanyak 7,5 kg raskin tiap kali pencairan. Padahal, jumlah raskin yang dikhususkan bagi penerima manfaat sebanyak 3.315 kg.

“Nah, terus yang 25 kali pendistribusian lainnya di kemanakan, kok cairnya cuma dua kali ” imbuhnya dengan nada kesal.

Terkait tudingan tersebut, Kepala Desa Duko membantah indikasi penyelewengan raskin yang dialamatkan kepada dirinya.

“Tidak benar tudingan itu, karena setiap kali penebusan, langsung didistribusikan pada penerimanya,” ujar Munip, Kepala Desa Duko, Kecamatan Rubaru Sumenep, Madura, Jawa Timur. [bar/din/red]