Sumenep, MaduraExpose.com- Kalangan petani rumput laut di Kabupaten Sumenep, Madura saat ini benar-benar dibuat gigit jari dengan anjloknya harga dipasaran. Dalam beberapa pekan terakhir situasi tidak menguntungkan terus berlanjut hingga ke level harga palling bawah.

Usut punya usut, anjloknya harga rumput laut ini karena kualitasnya tidak sebaik pada musim sebelumnya. Itu terjadi, karena cuaca buruk kerap terjadi.

“Harga rumput laut anjloknya Mas. Maklum kualitasnya tidak sebagus dulu. Hal itu terjadi karena peredaran cuaca yang sering tidak menentu. Selalin cuaca buruk, kadang air laut surut”, ujar Sunandar, petani rumput laut asal Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi saat berbincang dengan MaduraExpose.com, Sabtu (21/3/2015).

Kendati demikian, pihaknya belum bisa memastikan secara riil penyebab anjloknya harga rumput laut saat ini. Pihaknya tidak serta merta menyalahkan kondisi cuaca buruk maupun kondisi air laut yang cenderung tidak stabil. Pihaknya mengakui, ada faktor lain yang sulit dijelaskan secara transparan. Mengingat, selama ini harga rumput laut, baik pada saat cuaca baik yang menghasilkan rumput laut yang baik, tak jarang harganya tetap ‘diatur’ oleh pihak pemborong atau pedagang besar dan bukan oleh petani sendiri.

“Selama ini yang menentukan harga rumput laut malah oelh pemborong Mas. Bukan dari kalangan petani. Kita berharap kondisi terjepit seperti ini bisa segera teratasi”, imbuhnya.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Sementara harga rumput laut saat ini, lanjut Sunandar, untuk rumput laut basah maksimal dihargai Rp 1200 perkilo. Sebelumnya mencapai Rp 3500 perkilogram. Sedang harga rumput laut kering juga anjlok dari sebelumnya yang mencapai Rp 15 ribu per kilogram, kini hanya mencapai Rp 12.000 dalam satu kilogram.
Baik Sundandar maupun para petani rumput lainnya di Kabupaten Sumenep, mereka sangat berharap agar ada campur tangan pemerintah daerah dalam fluktuasi harga tidak terus menerus merosot.
(M2d/Fer)