Scroll untuk baca artikel
POLICELINE.ID

Angka Pernikahan di Indonesia Menurun, BKKBN: Imbas Banyaknya Toxic People

Avatar photo
97
×

Angka Pernikahan di Indonesia Menurun, BKKBN: Imbas Banyaknya Toxic People

Sebarkan artikel ini

Maduraexpose.com- ANGKA pernikahan di Indonesia mengalami penurunan yang cukup drastis. Berdasarkan data dari Statistik Indonesia, dari 2013 hingga ke 2018, angka pernikahan masih sempat naik dan turun. Namun pada 2018 sampai 2023, angka pernikahan konsisten menurun.
Pada 2023, jumlah pernikahan di Indonesia hanya sebanyak 1,58 juta. Angka tersebut menurun 7,51 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang jumlah pernikahannya sebanyak 1,71 juta di 2022.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), DR. (HC), dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) mengakui memang ada penurunan angka pernikahan dalam beberapa waktu terakhir. Data dari Statistik Indonesia tak jauh berbeda dengan data dari Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH)

SIMKAH sendiri menjadi salah satu sumber data yang dipercayai oleh BKKBN. Menurut dr. Hasto dari laporan SIMKAH, di 2023 total pernikahan di Indonesia hanya sebanyak 1.544.571. Data tersebut telah dihimpun dari Sabang sampai Merauke.

Namun dia menjelaskan bahwa data yang tersebut hanya menghimpun jumlah pernikahan yang menikah secara Islam. Sementara untuk yang Nasrani, data jumlah pernikahannya masih berada di masing-masing Gereja atau Paroki.

“Sebetulnya SIMKAH itu belum semuanya tapi itu mayoritas yang Islam. Jadi yang non-Muslim masih belum masuk. Biasanya karena SIMKAH ini dari KUA dan KUA itu masih mencatat yang Muslim,” tutur dr. Hasto saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Rabu 6 Maret 2024.

“Sedangkan yang non-Muslim masih di Gereja atau di Paroki. Tetapi memang saya tidak menolak bahwa data yang ada ini trennya menurun untuk pernikahan ya,” tuturnya.

------------------------