Scroll untuk baca artikel
POLICELINE.ID

Akui Ada Kesalahan Konversi Data di Sirekap, Ketua KPU Minta Maaf

Avatar photo
169
×

Akui Ada Kesalahan Konversi Data di Sirekap, Ketua KPU Minta Maaf

Sebarkan artikel ini

Maduraexpose.com- KETUA Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Hasyim Asy’ari meminta maaf secara terbuka terkait fenomena maraknya perbedaan hasil penghitungan suara yang tertera di formulir C.HASIL plano dengan data yang masuk ke laman https://pemilu2024.kpu.go.id/ melalui Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap).

Hasyim mengatakan jajarannya hanya manusia biasa.”Kami mohon maaf kalau hasil pembacaannya kurang sempurna dan menimbulkan publikasi konversi penghitungannya belum sesuai,” katanya di Kantor KPU RI, Jakarta, Kamis (15/2).

Meski ada kesalahan, Hasyim memastikan pihaknya bakal mengoreksi data yang salah dikonversi dari C.HASIL sebagaimana yang diunggah petugas KPPS di tempat pemungutan suara (TPS) lewat Sirekap. Ia menegaskan, tidak ada niatan KPU untuk memanipulasi data tersebut.”Tidak ada niat manipulasi, tidak ada niat untuk mengubah-ubah hasil suara karena pada dasarnya formulir C.HASIL plano diunggah apa adanya, sebagaimana situasi yang diunggah teman-teman KPPS,” terangnya.Ia menambahkan, Sirekap sendiri mendeteksi adanya kesalahan konversi hasil penghitungan suara antara yang tertera dalam C.HASIL maupun yang diunggah ke laman KPU melalui Sirekap. Sampai pukul 16.00 WIB, Sirekap menemukan ada 2.325 TPS yang formulir C.HASIL-nya salah dikonversi.

Adapun yang sudah mengunggah C.HASIL ke Sirekap sebanyak 358.775 TPS. Artinya, sambung Hasyim, jumlah TPS yang hasil penghitungannya salah terkonversi hanya 0,64%.”Bukan soal persentasenya yang ingin kami sampaikan, tapi kami tegaskan bahwa sistem Sirekap mengenali kalau ada salah hitung atau salah koversi atau kurang tepat dalam membaca formulir yang sudah diunggah,” aku Hasyim.Atas kesalahan tersebut, ia memastikan bahwa jajarannya akan segera memperbaiki kesalahan konversi hasil penghitungan suara yang diunggah ke laman KPU, sehingga dapat terus dipantau masyarakat secara terbuka. (Z-5)

------------------------