Poem By:Ferry Arbania

Lama kugadaikan sajak-sajak ini
Pada Hidup yang Merenggut Takdirku
Doa yang merayap dalam diam, diam-diam
Bagai aksara musim di pucuk khatulistiwa.

Lama dunia ku tenggelam
Dalam kapal pengasingan
Yang dihentakkan gelombang persaingan
Laksana hati yang menggerakkan mesin-mesin kehidupan
Kekuatan kita adalah Tuhan

Wahai engkau yang maha mendiamkan rahasia
Akulah binatang yang dikehendaki surga,
Datang dan pergi membawa kabar bianglala

Sajak-sajak yang lama kugadaikan padamu itu,
Telah lama melahirkan air mata,
Dan jiwa yang fana ini,
tak bisa memahami dengan sempurna,
apakah jalan kita itu
Musti merayap di kubangan neraka
Atau kita hidup sesak di tengah kobaran stigma,

kedengkian yang teramat lembut
dan samar,
merayap
dikedalaman sakwa sangka,

Berhentilah sejenak
Lalu pulang keasal
Membawa kisah angin
dan batu karang
Yang karam dilaut cemasku

Sumenep, 19092019

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM