MADURA EXPOSE– Setelah mendapat serangan kritik dan kecaman dari berbagai pihak, akhirnya Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi melunak tidak seperti sebelumnya, yang terkesan angkuh hingga dituding menggunakan tangan besi dalam menyelesaikan keluhan ratusan pedagang.

Dalam sesi wawancara dengan awak media, Wabup Fauzi tidak lagi bersikap kaku seperti awal menerima kepercayan bupati dalam menuntaskan sengkarut relokasi PKL. Malah wabup melunak dengan mengatakan siap menyampaikan apapun yang menjadi keinginan PKL kepada Bupati Sumenep A.Busyro Karim.

“Kalaupu memang nanti ada keberatan akan kami sampaikan kepada bupati. Karena apapun kebijakan itu, saya sebagai wakil bupati, saya melaksanakan sesuai perintah bupati,” ujar Achmad Fauzi, Wakil Bupati Sumenep kepada awak media.

Melunaknya sikap Wabup Fauzi ini terlihat setelah ratusan PKL melakuka aksi unjuk rasa, baru-baru ini ke kantor Pemkab dan menuding pejabat yang diusung dari partai PDI Perjuangan itu menggunakan tangan besi. Pengunjuk rasa menuntu Wabup mundur dari jabatannya.

Sementara hasil pertemuan perwakilan para PKL dengn bupati melahirkan opsi kedua, yakni sebelah selatan Pintu Labang Mesem.

“Jadi ratusan PKL masih bertahan dan harga mati untuk tidak kembali ke Giling,” ujar Farid, juru biacara paguyuban PKL Taman Bunga Sumenep, Madura, Jawa Timur. [Ferry]

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM