akbar-jenguk130222d-300x166Jakarta – Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie alias Ical resmi memecat Agung Laksono sebagai Wakil Ketua Umum partai berlambang beringin itu. Agung dianggap telah melakukan berbagai tindakan dan pernyataan yang banyak bertentangan dengan keputusan partai.

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung menilai pemecatan Agung sangat wajar dilakukan. Apalagi, penilaian partai menunjukan pengurus yang bersangkutan memang terbukti melanggar aturan partai.

“Sikap yang tidak sejalan dengan prinsip perjuangan partai, kebijakan partai, saya pikir wajar kalau partai mengambil tindakan (pemecatan) ke mereka itu,” kata Akbar di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (11/8/2014).

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Akbar mengungkapkan, pemecatan semacam itu bukan hal yang tabu dalam dunia politik. Keputusan serupa pun pernah dilakukan semasa dirinya memimpin Partai Golkar.

“Saya pun pernah melakukan yang sama karena waktu saya jadi ketum ini semata-mata untuk menegakan apa yang telah menjadi keputusan partai menegakkan aturan partai menegakkan juga disiplin para pengurus partai,” jelas dia.

Menurut Akbar, konflik yang terjadi di tubuh partai tentu bisa saja ditemui. Tapi, konflik yang mementingkan kepentingan kelompok dan pribadi tentu tidak bisa mengalahkan kepentingan partai. Hal inilah yang menjadi alasan kuat bagi partai untuk memecat kadernya.

“Tentu yang kita utamakan perjuangan partai kepentingan partai. (Terkait pemecatan Agung Laksono) Saya belum tahu secara resmi saya hanya mendengar. Tentu saja saya akan berusaha mengontak Pak Aburizal Bakrie,” tandas Akbar.(lpt6)